Kakak Kandung Salim Minta Danlantamal Mundur Dari Jabatannya

19 April 2017 12:53
Farid Mamm. (foto:ist)

MAKASSAR, INIKATA.com – Farid Mamma Kakak kandung Salim Mamma korban dugaan pengeroyokan oleh puluhan personil Polisi Militer TNI Angkatan Laut (Pomal) mendesak Danlantamal dan Danpomal IV mundur dari jabatannya.

Hal itu diungkapkan Farid karena Danlantamal dan Danpomal IV lalai dalam mengawasi anggotanya yang seenaknya melakukan pengeroyokan kepada adiknya yang merupakan warga sipil.

“Secara organisasi Danlantamal dan Danpomal harus bertanggungjawab atas kejadian kemarin,” kata Farid yang juga sebagai Direktur Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi (Pukat) Sulsel itu via WaatsApp, Rabu (19/4/2017).

Ia juga berharap Panglima TNI segera mengevaluasi Danlantamal dan Danpomal yang telah melakukan pelanggaran kewenangan dimana kejadian kemarin jelas mempertontonkan kearogansian puluhan oknum Pomal yang seakan masih berada diera orde baru.

“Ada apa oknum Pomal mengurus perparkiran. Itu bukan kewenangannya. Pomal itu hanya punya kewenangan menyelidiki pelanggaran internal dalam institusinya bukan mau mencampuri urusan perparkiran,” tegas Farid.

Adik mantan Wakabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Syahrul Mamma itu mengaku saat ini sedang bermusyawarah bersama keluarganya untuk menempuh jalur hukum.

“Kami tak ingin kasus ini berulang apalagi menimpa masyarakat biasa. Ini harus diproses hukum. Oknum Pomal yang melakukan pengeroyokan dan penganiayaan harus diberi sangsi sesuai dengan aturan yang berlaku ,”tegas Farid.

Sebelumnya, korban Salim Mamma menjalani perawatan medis di RS Akademis Makassar karena diduga dikeroyok dan dianiaya oleh sekelompok oknum Pomal karena masalah sepele.

Saat itu Salim bersama rekannya H. Said sedang santai disebuah warung kopi di Jalan Satando Makassar. Tiba tiba datang beberapa oknum Pomal meminta seluruh pengunjung warkop termasuk korban untuk memindahkan kendaraannya dari jalan satando karena alasan sepanjang jalan tersebut dilarang memarkir kendaraan.

“Saya lalu mau memindahkan mobil saya tapi tiba tiba ada oknum Pomal hendak mengempiskan ban mobil saya dan tentu saya larang tapi oknum itu justru memanggil rekannya dan mengeroyok saya sehingga dekat pelipis mata saya luka dan sempat pingsan dilokasi,” jelas Salim saat ditemui diruang gawat darurat kemarin.(**)