Curhatan Orang Tua Tuduhan Pelaku Begal Terhadap Mobil Jenderal

19 April 2017 9:05
Ilustrasi (foto: int)

MAKASSAR, INIKATA.com- Identitas salah satu oknum anggota TNI dan security yang telah melakukan penganiayaan terhadap tiga orang remaja tepatnya di Perumahan The Maple, Jalan Metro Tanjung, Kecamatan Tamalate pada Minggu (16/4/2017) lalu mulai terungkap.

Bahkan orang tua korban tuduhan pelaku begal tersebut berupaya mencari keadilan, lantaran anaknya telah mendapatkan penyiksaan layaknya binatang.

Identitas itu diketahui setelah orang tua salah seorang korban, Andi Mangkona, melaporkan seorang oknum personel TNI AL ke POMAL.

Andi Mangkona mengatakan, dirinya mengetahui identitas oknum anggota tersebut setelah teridentifikasi berdasarkan sangkur yang dibawa, dimana saat kejadian sempat terekam sebuah vidio. Bahkan oknum tersebut berinisial RD.

Ia menambahkan, kelakuan dilakukan oleh pelaku penganiayaan terhadap anaknya itu, dimana tuduhan atas pelaku begal, dirinya menyebutkan itu perbuatan tidak manusiawi. Andi Mangkona pun tak kuasa meneteskan ait mata saat dirinya menyaksikan vidio yang sempaf viral di dunia maya.

Kendati demikian, Andi Mangkona membantah jika tuduhan pelaku begal yang dialamatkan kepada anaknya itu sama sekali tidak benar dan tidak terbukti.

“Bagaimana perasaan Anda selaku orang tua melihat anaknya disiksa. Saya tidak tahan lihat video saat anak saya disiksa itu. Apalagi dituduh begal tanpa ada bukti,” kata Andi Mangkona meneteskan air mata di Polrestabes Makassar, Selasa (18/7/2017)

Atas ulah dilakukan oknum anggota TNI dan pihak keamanan Perumahan, anaknya yang berinisial AA, harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit kota Makassar akibat luka-luka dialaminya itu.

Sementara Kadispen Lantamal VI Makassar, Kapten Laut (KH) Suparman Sulo saat dikonfirmasi persoalan tersebut mengaku belum mengetahui permasalahan itu.

“Saya belum tahu persoalan itu,” singkatnya.

Kejadian itu terjadi, saat Sulaeman (19) dan dua rekannya berinisial IA (17) warga Jalan Kandea dan AA (17) warga Jalan Perintis Kemerdekaan. AA maupun IA saling berboncengan mengejar pelaku tabrak lari di Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dimana pelaku tabrak lari tersebut adalah mobil sedang berwarna hitam, melihat kasus itu. Ketiga remaja ini bermaksud mengejarnya hingga ke Jalan Metro Tanjung Bunga.

Bahkan, Sulaeman mengaku terjatuh akibat diserempet kendaraan pelaku tabrak lari itu saat berada di Jalan Metro Tanjung Bunga tak jauh dari Rumah Sakit Siloam, Kecamatan Mariso.

“Waktu itu dua mobil sedang hitam, akan tetapi kami curiga mobil sedan yang melaju kencang menuju ke Perumahan The Maple,” pungkas Sulaeman.

Ketiganya pun membuntuti kendaraan sedan yang dicurigainya yang melaju kencang, hingga di depan perumahan The Maple. Sulaeman pun memalang mobil sedan yang dikemudikan cucu mantan KSAD itu dengan sepeda motor miliknya.

Ketiga remaja ini pun meminta kepada pengemudi sedan hitam itu untuk membuka kaca jendelanya, namun sang pengemudi tak bergeming. AA pun menendang salah satu sisi kendaraan hingga penyok.

Security yang berjaga di perumahan itu pun menanyakan persoalan tersebut. Ketiga remaja itu pun menjelaskan bahwa mereka sedang mengejar pelaku tabrak lari.

Tak berselang lama, muncullah oknum anggota TNI tersebut. “Kami bertiga didatangi oknum tentara, mempertanyakan persoalan. Kami menjelaskan sedang memburu pelaku tabrak lari,” Sulaiman mengungkapkan.

Ia pun mengikuti keinginan oknum tentara itu, apalagi ia ingin menjelaskan persoalan. “Seandainya saya pelaku begal, tentu saya lari saja, apalagi sudah ada security yang berjaga. Tapi, kami dibawa masuk ke dalam perumahan dan disiksa serta dituduh begal,” kata IA, disaat berada di Polsek Tamalate, Senin kemarin (17/4/2017).

Dirinya menambahkan, seandainya dirinya pelaku begal, tentu ia membawa senjata tajam. Akan Tetapi, kenyataannya dirinya sama sekali tidak membawa senjata tajam maupun benda lainnya.

Tak hanya itu, IA menjelaskan, dirinya juga tidak mengenal Sulaeman sebelumnya. Sulaeman sendiri, beber dia, merupakan pengendara sepeda motor yang juga ikut mengejar pelaku tabrak lari di Jalan Sam Ratulangi tersebut.

Kapolsek Tamalate, Komisaris Polisi Amrin AT menjelaskan, ketiga korban yang sebelumnya diduga begal, itu tidak cukup bukti untuk dilakukan penahanan bahwa mereka itu merupakan pelaku begal.

Diberitakan sebelumnya, tiga remaja babak belur setelah dipergoki merusak mobil sedan Honda City bernomor polisi DD 15 KO milik kerabat mantan Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI (Purn) George Toisutta, di Perumahan The Maple, Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Minggu dini hari , 16 April 2017.

Dimana kita ketahui mobil sedang merek Honda City berwarna hitam tersebut dengan plat DD bertuliskan huruf besar layaknya plat gantung.(**)