Pernyataan Danlantamal VI Dinilai Terlalu Dini dan Melukai Hati Korban

18 April 2017 20:47
Ketua PWI Kabupaten Sidrap-Enrekang, Hasman Hanafi, di Pangkajene, Sidrap,

SIDRAP, INIKATA.com – Pihak Danlantamal VI, Laksamana Pertama TNI Al, Yusuf yang mengeluarkan pernyataan terkait korban kekerasan yang dilakukan anggota POMAL terhadap dua warga di Warkop 75 Satando, Makassar, Selasa siang sekitar pukul 12.30 Wita, dinilai memungkiri fakta yang dialami kedua korban tersebut.

Pernyataan komandan berangkat satu bintang dipundak itu, terlalu dini mengklaim kalau anak buahnya tidak melakukan aksi kekerasan terhadap wakil ketua PWI Sulsel, Salim Jati Mamma dan orang tua kandung anggota DPRD Makasaar, Muh Said.

Seharusnya, seorang pejabat tinggi di Lantamal itu, bersikap bijak dan tidak terlalu dini mengeluarkan pernyataan pembelaan terhadap anggotanya yang melakukan tindakan aksi brutal itu, dan menunggu hasil pemeriksaan penyidik dari pihak kepolisian.

“Bagaimana bisa korban mengalami luka dan pingsan serta dilakukan ke rumah sakit kalau tidak ada kekerasan yang dilakukan pihak anggota POMAL,”kata ketua PWI Kabupaten Sidrap-Enrekang, Hasman Hanafi, di Pangkajene, Sidrap, Selasa (18/4/2017).

Menurutnya, kasus yang dialami dua warga ini, yang salah satunya wartawan senior itu, dapat ditindak lanjuti hingga memiliki putusan hukum dan pemberian sangsi tegas atas pelanggaran kode etik yang telah merusak nama korpsnya.(**)