Jurnalis Senior Makassar Dianiaya Oknum POMAL, Salim: Saya Diperlakukan Seperti Binatang

18 April 2017 18:15
Salim Mamma

MAKASSAR, INIKATA.com – Jurnalis senior di Makassar, Salim Djati Mamma, mengalami tindak kekerasan dari sejumlah oknum anggota Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) Makassar di Warung Kopi (Warkop) 75 Jl Satando Makassar, sekira pukul 12.30 WITA, Selasa (18/4).

Kejadian bermula saat Salim dan beberapa rekannya sedang menikmati kopi di Warkop 75. Tiba-tiba datang puluhan anggota POMAL dan melarang pengunjung warkop parkir di sepanjang Jalan Satando.

Salim pun keluar dari warkop untuk memindahkan mobilnya dan melihat oknum anggota POMAL akan mengempeskan ban mobilnya. Salim mengatakan kepada anggota POMAL agar jangan dikempeskan karena akan memindahkan mobil tersebut.

Rupanya anggota POMAL tidak terima dan terjadi adu mulut. Salim bahkan akan dibawa ke markas POMAL yang tidak jauh dari Warkop 75. Namun, pengunjung warkop lainnya melarang dan membawa Salim masuk ke warkop.

Oknum POMAL lalu melakukan serangan dengan mengeroyok Salim di pelataran warkop tersebut. Ia mengalami luka memar dan lecet di bagian wajahnya serta bajunya koyak/robek. Bahkan saksi mata mengatakan bahwa Salim sempat pingsan saat dikeroyok.

Saksi yang dirahasiakan namanya, mengatakan, Salim sempat diseret, bahkan akan diamankan ke markas POMAL. “Untungnya itu Pak Salim pingsan, seandainya tidak kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Mungkin akan jadi bulan-bulanan oknum POMAL tersebut,” akunya usai mengantar korban ke RS Akademis Jaury Jusuf Makassar.

Sementara, Salim mengakui, ia mendapatkan perlakuan kasar itu secara tiba-tiba.

“Saat itu saya di dalam warkop tiba-tiba saya lihat di luar ada yang mau mengempaskan mobil, saya keluar dan mengatakan jangan dikempeskan biarlah saya pindahkan. Wajarlah saya minta jangan dikempeskan karena apa yang saya gunakan kalau kempes. Tiba-tiba oknum tersebut marah dan membentak lalu membenturkan kepala ke kepala saya. Secara spontan rekan-rekan lainnya datang mengeroyok,” aku mantan Direktur Utama Harian Ujungpangdang Ekspres ini.

Salim mengatakan, perlakuan oknum POMAL tersebut sudah sangat kelewatan.
“Saya diperlakukan seperti binatang, setelah dipukul saya lalu diseret. Untungnya saya pingsan, jadi saya selamat dan mereka berhenti memukuli saya,” jelasnya.

“Seandainya saya sendiri mungkin mengada-ada, tetapi banyak saksi dan ada korban lain,” tambahnya.

Ketua Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel, Abdullah Rattingan, mengaku, prihatin dengan kejadian ini. “Kita sangat mengecam aksi kekerasan ini. Seharusnya mereka, POMAL, selaku salah satu korps TNI, mengayomi dan memberikan perlindungan kepada masyarakat umum. Bukannya bertindak semena-mena seperti ini,” kecamnya.

“Kita minta kepada POMAL dan Komandan Lantamal VI meminta maaf kepada korban dan meminta kepada bawahannya untuk tidak semena-mena kepada masyarakat, tetapi harusnya menjadi pengayom,” tambah doelbeckz, sapaan Abdullah Rattingan.(**)