Aksi Premanisme Anggota POMAL, Harus Diproses Tuntas

18 April 2017 15:24
Ketua PWI Kabupaten Sidrap - Enrekang, Hasman Hanafi. (ist)

SIDRAP, INIKATA.com –  Aksi premanisme yang dilakukan sejumlah anggota Polisi Militer Angkatan LAUT (POMAL) terhadap wakil ketua PWI Sulsel, Salim Mamma di salah satu Warkop di Makassar, harus diproses tuntas.

Demikian disampaikan Ketua PWI Kabupaten Sidrap – Enrekang, Hasman Hanafi, di Pangkajene, Sidrap, Selasa (18/4/2017) mengatakan, sikap yang dilakukan sejumlah anggota POMAL itu, dinilai sebagai bentuk arogansi yang bertindak premanisme tanpa menjaga nama baik institusinya.

“Sebagai seorang petugas, sejatinya menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat yang harus siap memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat dengan mengedepankan sikap sopan santun dan ramah, bukan emosionalnya,”kata Hasman merasa prihatin.

Kata dia, masalah ini harus dilaporkan untuk ditindak lanjuti ke proses hukum agar contoh tidak baik yang dipraktekkan anggota POMAL itu mendapat sangsi, dan kepada atasannya, diminta untuk memberikan hukuman disiplin, agar para pelaku memiliki efek jera.

“Kemungkinan para pelaku kekerasan itu lupa dengan keberadaannya yang tidak memahami asalnya dalam menjalankan tugas fungsinya, yaitu, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat,”ujarnya mengingatkan.

Untuk masalah ini, lanjut Hasman, PWI provinsi harus memberikan pendampingan hukum terhadap korban yang tercatat sebagai anggota PWI agar dapat diusut tuntas dan pelakunya dapat dijatuhkan sangsi hukum yang setimpal.

Sebelumnnya diberitakan  Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel, Salim Mamma, dikeroyok sejumlah oknum anggota Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) di Warkop 75, Jalan Satando, Makassar, sekitar pukul 12.30 wita.

Saat ini, Salim mendapat perawatan di IGD RS Akademis Makassar.(*)