Ali Syarif Tantang Petani Sidrap Tingkatkan Produksinya

17 April 2017 16:36
Ilutrasi padi di sawah

SIDRAP, INIKATA.com – Walaupun Sidrap dikenal sebagai lambung padi Sulsel yang mampu melayani permintaan beras sejumlah wilayah di Indonesia, namun hasil produksinya dinilai belum maksimal, Senin (17/4/2017)

Masyarakat petani di Sidrap saat ini, merasa bangga dengan jumlah luas lahan yang digarapnya, namun belum mampu menghasilkan produksi sesuai luas tanam yang digarapnya.

Demikian dikemukakan Ali Syarif, salah seorang pemerhati pertanian di Indonesia yang juga putra Sidrap, saat ditemui di Pangkajene, Sidrap, Senin (17/4/2017) menantang petani Sidrap untuk tingkatkan hasil produksinya.

Menurutnya, kenyataan yang ada sekarang ini, dalam 1 (Satu) hektar sawah di Sidrap, hanya mampu memproduksi paling besar 5 hingga 6 ton saja, sementara lebelisasi benih tercantum mampu menghasilkan 10 hingga 12 ton perhektar.

Untuk menghasilkan produksi 10 hingga 12 ton perhektar itu, kata Ali Syarif, petani harus mengikuti beberapa petunjuk sejak awal sebelum memasuki masa tanam dan langkah pemeliharaan yang harus dilakukan hingga masa panen.

“Kalau masyarakat Sidrap mau menghasilkan produksi besar, sejumlah ketentuan yang harus dilakukan. Bukan saatnya lagi kita bangga dengan luas tanam yang kita olah, tapi harus bangga dengan besarnya produksi yang dihasilkan agar kesejahteraan itu dapat kita capai,”pinta Ali.(**)