HH Sebut Aksi Dimosi Tidak Percaya Hanya Kekhilafan

16 April 2017 17:24
Ketua Umum BPD HIPMI Sulsel, Herman Heizer (HH). (foto:ist)

MAKASSAR, INIKATA.com – Ketua Umum BPD HIPMI Sulsel, Herman Heizer (HH), merespons santai aksi dimosi tidak percaya sejumlah oknum yang mengatasnamakan Badan Pengurus Cabang (BPC) Hipmi sejumlah kabupaten kota di Makassar.

“Mungkin mereka khilaf,” sebut Herman saat sedang santai menghadiri peresmian Cafe Kampus Kedua di BTP Makassar, Minggu (16/4/2017).

HH berani menyebut mereka khilaf, karena alasan mosi tidak percaya di matanya sangat tidak berdasar. Tudingan pertama bahwa HH melanggar pasal 23 ayat 3 terkait persyaratan anggota badan pengurus itu sudah klir.

Pasal itu berbunyi, persyaratan khusus bagi calon fungsionaris BPD adalah anggota biasa yang pernah atau sedang menjalani kepengurusan di BPD atau BPC sekurang-kurangnya satu masa bakti penuh.

“Semua pengurus harian memang pernah menjadi pengurus sebelumnya. Baik di BPD maupun di BPC. Dan kalau ada kekeliruan atau luput dari pantauan format, SK itu kan bisa ditinjau kembali,” kata Herman.

Tudingan kedua tidak mampu melakukan konsolidasi semua stakehoder di Hipmi Sulsel, juga sangat tidak jelas. Setelah pelantikan, koordinasi terfokus pada pembentukan pengurus BPD.

“Alhamdulillah lancar. Tapi melemah intensitas komunikasi dengan BPC. Sayangnya, dalam pembentukan kepengurusan inilah, tidak semua pihak bisa kita senangkan. Termasuk nama besar di belakang pertarungan musda itu. Kami sudah mencoba merangkul, tapi mereka memilih untuk bersebarangan. Nah, mereka inilah, kemungkinan menjadi alat oknum yang coba-coba ingin merusak HIPMI,” beber Herman Heizer.(**)