Sengketa Lahan di Pinrang Penyebab Tewasnya La Moha

16 April 2017 16:54
La Moha (50), seorang petani warga kampung Masolo, Kelurahan Teppo, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, ditemukan tewas mengenaskan di tengah persawah, Minggu (16/4/2017). (foto:ist)

PINRANG, INIKATA.com – La Moha (50), seorang petani warga kampung Masolo, Kelurahan Teppo, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, ditemukan tewas mengenaskan di tengah persawah, Minggu (16/4/2017).

Ia menjadi korban pembunuhan dan penganiayaan yang dilakukan seorang pelaku Ramang (53). Ramang diketahui masih memiliki hubungan darah dengan korban.

Kapolres Pinrang, AKBP Leo Joko Triwibowo membenarkan peristiwa tersebut. Leo Joko mengatakan, peristiwa pamarangan ini terjadi sekira pukul 09.00 Wita. Adapun motifnya, diduga dipicu dendam pelaku kepada korban dalam persoalan sengketa tanah.

“Pelaku merasa jengkel karena korban telah memenangkan kasus sengketa tersebut di tingkat pengadilan,” kata Leo Joko.

Kapolres menambahan, untuk pelakunya sendiri telah menyerahkan diri dan telah diamankan ke Mapolres Pinrang. Pelaku dan korban masih terikat hubungan kekerabatan antara mertua dan menantu keponakan.

Sebelumnya, warga Kabupaten Pinrang sempat dihebohkan dengan peristiwa yang sama, dimana menimpah pasang suami istri antara Arifin dan Ati Sowfana beberapa waktu lalu.(**)