Diduga Ada “Main Mata” Penyidik Polres Gowa Tak Serahkan Tersangka ke Jaksa

8 April 2017 17:28
Kakak kandung korban pembcaokan di Gowa, Sugeng memperlihatkan bukti pembacokan.

MAKASSAR, INIKATA.com – Dugaan tindak pidana penganiayaan berat yang mendudukkan Yahya Daeng Layu sebagai tersangka tak kunjung disidangkan. Bahkan hingga saat ini telah memasuki bulan kelima pasca perkaranya dinyatakan rampung alias P21.

Bukan hanya sampai distu saja penyidik Reskrim Polres Gowa terkesan sengaja enggan menangkap tersangka dan kemudian menyerahkannya ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gowa.

Diketahui kasus pembacokan ini bermula saat tersangka Yahya bersama saudaranya Hambali melakukan penyegelan kawat duri terhadap kantor Desa Beru Tallasa karena tak terima pemberhentian orang tuanya sebagai Kepala Dusun, 8 Juli 2016 sekitar pukul 20.00 Wita lalu.

Korban, Mansyur yang mendengar adanya penyegelan kantor desa lalu melaporkan kejadian itu ke Kapolsek Biring Bulu, AKP Made. Namun melalui sambungan telepon selulernya, Kapolsek mengatakan ia sedang berada di Kota Sungguminasa Kab. Gowa dan menyuruh korban kembali saja ke kantor desa.

Di tengah perjalanan menuju kantor desa, korban yang berboncengan dengan temannya lalu dihadang oleh Yahya dan saudaranya Hambali beserta beberapa rekan keduanya dengan memegang golok. Tepat turun dari motornya, tangan Korban langsung dipegang oleh Hambali dan tersangka Yahya tiba-tiba membacok kepala korban.

Tak hanya korban, temannya pun turut dianiaya dengan cara dipukul menggunakan tangan kosong oleh tersangka. Setelah itu, tersangka Cs kabur meninggalkan korban.

Mansyur menjadi korban mengalami luka bacok pada batok kepalanya lalu mencari rumah kerabatnya yang terdekat dari lokasi kejadian, akhirnya setelah ditolong, korban lalu melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Gowa dengan keadaan berceceran darah.

Kakak kandung korban, Sugeng mengatakan, hingga saat ini kasus itu sudah memasuki bulan ke kelima. Tersangka masih dibiarkan berkeliaran oleh penyidik.

“Tersangka tidak ingin diserahkan ke Jaksa oleh Penyidik Reskrim Polres Gowa guna mengikuti proses sidang. Padahal Jaksa sudah meminta agar penyidik menyerahkan tersangka dan barang bukti atau tahap dua karena kasusnya sudah P21,” kata Sugeng kepada IniKata.com saat ditemui di Jalan Toddopuli, Sabtu (8/4/2017).

Sugeng menilai sikap penyidik Reskrim Polres Gowa jelas bermain mata dengan tersangka yang diketahui anak kandung dari mantan Kepala Dusun Binaarung Desa Beru Tallasa, Azis Paju.

“Saya juga sudah menyurat ke Polda bahkan sampai ke Mabes Polri terkait sikap penyidik yang jelas tidak profesional ini,” terang Sugeng.

Ia mengungkapkan sejak awal dirinya sangat mencurigai dengan sikap penyidik Reskrim Polres Gowa yang menangani perkara dugaan penganiayaan berat yang menimpa adiknya itu, Mansyur.

Dimana diduga Penyidik Reskrim Polres Gowa selain memainkan pasal pidan untuk tersangka yang terkesan meringankan perbuatan tersangka juga memberikan penangguhan pada tersangka dan kemudian setelah kasusnya dinyatakan rampung alias P21, penyidik kembali berdalih masih melakukan pengejaran terhadap tersangka.

“Jadi sejak awal tersangka dimanja kami curiga itu dari awal. Tolong Kapolri lihat masalah kami ini. Penyidik di Gowa terang terangan bermain mata dengan tersangka kasihan korbannya yang hanya orang kecil,” Sugeng menjelaskan.

Yang membuat kerabat korban merasa terzalimi kembali disaat penyidik hingga saat ini juga tak kunjung menerbitkan surat daftar pencarian orang (DPO) terhadap tersangka.

“Seharusnya kan dibuatkan surat DPO biar masyarakat bisa membantu mencari dan menangkap tersangka tapi justru sebaliknya penyidik tak mau surat DPO itu ada. Inilah yang kami pertanyakan juga,” tegas Sugeng.

Lanjut Sugeng, dalam berkas perkara tersangka Yahya jelas tertuang peranan secara bersama sama melakukan penganiayaan yang berujung pada pembacokan kepala korban sehingga mengalami luka menganga selebar 7 centimeter.

“Seharusnya kan penyidik bisa mempertimbangkan Pasal 170 KUHP dan harus menyeret saudara tersangka Hambali. Bukannya hanya menerapkan pasal 351 ayat 1 KUHP yang setahu saya merupakan penganiayaan ringan,” ucap Sugeng.

Dalam surat balasan yang diterbitkan oleh Bareskrim Mabes Polri melalui Kepala Biro Pengawas Penyidik Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Mulyana Hardjo juga dengan tegas memerintahkan agar penyidik Reskrim Polres Gowa bertindak profesional dalam penanganan kasus dugaan penganiayaan secara bersama sama tersebut.

“Namun lagi lagi penyidik mengabaikannya tersangka hanya seorang saja,” tutup Sugeng. (**)