PPNI Pangkep Kecewa Pelatihan Gawat Jantung Dibatalkan

7 April 2017 21:38
ketua panitia penyelenggara kegiatan BTCLS, Syamsul Qamar

PANGKEP, INIKATA.com – DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Pangkep harus merasa kecewa setelah pelatihan dasar trauma dan gawat jantung, atau basic trauma cardiac life support (BTCLS) yang sedianya diselenggarakan pada 6 hingga 9 April , terpaksa harus dibatalkan, setelah surat rekomendasi penerbitan SKP tidak ditanda tangani oleh ketua DPD PPNI Pangkep, St.Rohani sendiri.

Akibat Pembatalan tersebut, Panitia penyelenggara dalam hal ini anggota PPNI Pangkep, melayangkan protes terhadap ketua mereka, yang dinilai arogan.

Menurut salah satu anggota PPNI Pangkep, yang juga ketua panitia penyelenggara kegiatan BTCLS, Syamsul Qamar yang ditemui, ketua PPNI Pangkep seharusnya menyetujui rekomendasi kegiatan ini, karena kegiatan ini dianggap penting bagi perawat untuk menolong pasien yang mengalami trauma atau gawat jantung

“Seharusnya yang paling mendukung kegiatan ini adalah ketua sendiri, namun ini justru sebaliknya, jangankan menghadiri, untuk memberi rekomendasi saja dia enggan”, keluh Syamsul, Jumat (7/4/2017).

Syamsul menambahkan, dibatalkannya kegiatan ini karena alasan persuratan, serta biaya yang mahal, padahal diakui syamsul, kegiatan ini tanpa paksaan, bahkan peserta yang ikut, bersedia mendukung acara ini, termasuk dari segi biaya.

“Kalau urusan surat menyurat saya rasa bukan hal yang harus dibuat kaku, apalagi jauh hari sebelumnya kita sudah sampaikan secara lisan ke ketua, termasuk biaya, qta juga tidak paksa peserta, mereka semuanya ikhlas mendukung acara ini tanpa paksaan,”tambah Syamsul.

Kegiatan BTCLS sendiri, diikuti 40 perawat yang tersebar di seluruh kabupaten Pangkep, termasuk perawat di wilayah kepulauan, bahkan ada peserta yang datang dari Maros dan Makassar.(**)