Wirausaha Desa, Kolaborasi Triple Helix ala HIPMI Sulsel

4 April 2017 17:46
Wirausaha Desa, Kolaborasi Triple Helix ala HIPMI Sulsel

MAKASSAR, INIKATA.com – Kemajuan teknologi dan derasnya perputaran informasi dewasa ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi semua pihak.

Dengan teknologi yang semakin canggih akan mempermudah aktivitas manusia dan informasi suatu peristiwa akan cepat tersiar ke berbagai belahan bumi.

Namun saat kita berdiam diri, adalah keniscayan akan tergerus oleh waktu dan generasi berikutnya akan tampil sebagai pelanjut dengan tantangan yang boleh jadi lebih berat lagi.

Hal tersebut diutarakan Ketua Umum HIPMI Sulsel, Herman Heizer saat mengisi pelatihan kewirausaahaan dan UKM di hadapan pelaku usaha se-Desa Tukamasea, Kabupaten Maros. Kegiatan yang dipusatkan di Villa Bosowa ini dihadiri perwakilan Manajemen Semen Bosowa, Ibu-Ibu PKK, pelaku usaha, wirausaha pemuda dan tokoh masyarakat setempat.

“Dengan melihat optimisme bapak ibu sekalian, saya semakin percaya bahwa angka 2% pengusaha yang ingin kita capai adalah separuhnya dari desa. Desa kita punya potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, dikemas dan dilembagakan untuk nantinya terlahir sosok pengusaha tanggung nasional dari desa,” ujar Herman penuh semangat di hadapan peserta, Selasa (4/4/2017)

Ala Hipmi 1

Dengan konsep triple helix, sambung Herman, wirausaha desa adalah solusi tepat mengatasi kesenjangan dan ketertinggalan desa dari segi pembangunan dan sektor ekonomi.

“Di sini ada Bosowa, STIE Amkop dan Pemdes sebagai mitra strategis HIPMI untuk sama-sama kita lahirkan pengusaha,” tambahnya seraya disambut tepuk tangan para peserta.

Di tempat yang sama, Ketua STIE Amkop Makassar, DR. Bachtiar Maddatuang mengaku pihaknya telah menyiapkan program pemetaan potensi desa.

“Kami dari AMKOP melalui mahasiswa yang sementara KKN di sini, mengumpulkan data sebagai instrumen ‘mapping’ potensi lokal. Kita bekerjasama dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk bersinergi bersama bangun desa,” kata Dr. Maddatuang.

Di akhir sesi pelatihan, Kepala Desa Tukamasea, Makmur, SE., menyampaikan rasa syukur atas kehadiran HIPMI dan STIE Amkop yang menjadikan daerahnya sebagai desa sasaran program wirausaha desa.

“Jujur Pak, membayangkan ketua HIPMI SULSEL datang ke desa kami tidak pernah, tetapi hari ini beliau hadir dan membina kita, ini satu kebanggaan. Semoga kerjasama ini menjadi awal lahirnya pengusaha-pengusaha baru dari sini,” pungkasnya. (**)