DPRD Toraja Tolak Runway Bandara Pongtiku Diperpanjang

3 April 2017 19:08
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tana Tana Toraja dari komisi III menolak rencana perpanjangan runway Bandara Pongtiku oleh pemerintah pusat.

MAKALE, INIKATA.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tana Tana Toraja dari komisi III menolak rencana perpanjangan runway Bandara Pongtiku oleh pemerintah pusat.

Ketua Komisi III DPRD Tanpa Toraja, Kristian Lambe, Senin (3/4/2017), menegaskan, rencana perpanjangan ini sangat tidak memungkinkan mengingat kondisi lokasi yang berat.

“Sisi kedua ujung landasan adalah jurang yang sangat dalam. Belum lagi jika diperpanjang, prosesnya pasti berbelit karena harus membebaskan lahan warga. Di situ ada puluhan rumah, masa kita menggusur lagi,” ungkap Kristian di Makale.

Politisi Partai Demokrat ini mrngimbau agar pemerintah pusat kembali mempertimbangkan rencana perpanjangan runway di Bandara Pongtiku ini. Dia juga berharap, anggaran untuk Bandara Pongtiku sebaiknya dialihkan ke Bandara Buntu Kini di Kecamatan Mengkendek yang sedang dalam proses pengerjaan.

DPRD Toraja 1“Untuk efektifnya, sebaiknya Bandara Buntu Kuni ini yang dilanjutkan, karena telanjur sudah berjalan. Kan sayang kalau proyek Buntu Kini ini terhenti padahal di sana lebih bagus,” jelasnya.

Menurutnya, pihaknya sudah meninjau lokasi Bandara Pongtiku belum lama ini bersama sejumlah anggota komisi III lainnya didampingi dinas perhubungan dan pengelola bandara setempat.

Dari hasil peninjauan itu, mereka menyatakan Bandara Pongtiku tidak layak diperpanjang. Selain karena medannya yang berat juga akan mengorbankan lahan bahkan rumah warga di sekitar bandara.

Informasi yang diperoleh komisi III, untuk menimbun jurang di kedua ujung runway membutuhkan timbunan hingga satu juta kubik.

Jika dikonversi ke rupiah, nilainya akan menghabiskan anggaran hingga ratusan miliar rupiah.

“Itu baru anggaran pengadaan timbunan tanah. Belum lagi biaya pembebasan tanah masyarakat dan pekerjaan fisik. Hitung-hitungannya, anggaran perpanjangan runway bisa mencapai Rp1 triliun. Dan tentu saja prosesnya akan lama,” ujar Kristian.

Komisi III menilai, anggaran untuk perpanjangan runway Bandara Pongtiku lebih bermanfaat jika dialihkan untuk lanjutan pembangunan Bandara Buntu Kuni.

Bandara baru Toraja ini sebelumnya dirancang bertaraf internasional dan sangat memungkinkan didarati pesawat berbadan lebar jenis boeing.

Sementara, jika runway Bandara Pongtiku tetap diperpanjang, hanya memungkinkan hingga 100 meter saja dan maksimal bisa didarati pesawat jenis ATR-72.

“Lebih baik, anggaran untuk perpanjangan runway bandara Pongtiku digunakan untuk kelanjutan pembangunan bandara Buntu Kuni untuk lebih mendukung pariwisata Toraja,” ujarnya. (**)