Kasus Dugaan Pembunuhan Mursalim di Gowa Mandek di Penyidik

31 Maret 2017 18:58
kakak kandung Mursalim, Suleman (40) saat menggelar jumpa pers di Jalan Urip Sumoharjo berharap penyelidikan kasus dugaan pembunuhan yang menimpa adiknya, Mursalim alias Salim (28) diambil alih dari penanganan Polsek Somba Opu.

GOWA, INIKATA.com – Tiga Bulan Penyelidikan Berlangsung terkait kasus dugaan pembunuhan terhadap Mursalim alias Salim (28), mandek di Penyidik Polsek Somba Opu. Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, jenazah Mursalim alias Salim ditemukan di jembatan Jeneberang, Kecamatan Somba Opu, Gowa tanpa identitas tanggal 9 Januari 2017 lalu.

Bahkan kakak kandung Mursalim, Suleman (40) saat menggelar jumpa pers di Jalan Urip Sumoharjo berharap penyelidikan kasus dugaan pembunuhan yang menimpa adiknya, Mursalim alias Salim (28) diambil alih dari penanganan Polsek Somba Opu.

“Pekan depan kami akan melapor ke Polda Sulsel agar kasus dugaan pembunuhan ini diambil alih saja,” ucap Suleman

Selama ini penyelidik Polsek Sombaopu tak serius dalam mengungkap kasus yang menewaskan korban. Sementara penyelidikan yang dilakukan sudah berjalan 3 bulan lamanya.

Ia berujar, beberapa saksi terkait kasus dimaksud telah diperiksa oleh penyidik Polsek Somba Opu, namun tidak ada titik terang maupun kejelasan kasus.

“Tidak ada kejelasan kapan kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan dan kemudian menetapkan tersangka. Sepertinya penyelidik kurang serius sehingga kami ingin mengalihkan kasus ini ke Polda saja,” jelasnya.

Suleman mengungkapkan awal kejadian korban sempat pulang kerumah di Desa Toata Kec. Polongbangkeng Utara Kab. Takalar, Sulsel untuk mengganti pakaian. Saat pulang kerumah, korban meminjam motor rekan sekantornya lalu kembali ke kantor pada pukul 16.00 wita sore itu juga.

“Motor yang digunakan korban terparkir di kantornya sementara malamnya korban sudah ditemukan tak bernyawa terapung di sungai jeneberang Kab. Gowa, Sulsel atau tepatnya sekitar 100 meter dari jembatan kembar Kab. Gowa,” terang Suleman

Suleman mengakui, kabar tewasnya adiknya diketahui setelah 4 hari mayat korban berada di RS. Bhayangkara Makassar dengan kondisi kedua bola mata membelalak keluar serta lidah menjulur keluar seperti orang yang mati karena dicekik.

“Inilah kami heran kenapa tak ditemukan motif atas kejadian ini padahal jika dilihat dari ciri-ciri mayat dimana diduga kuat korban usai dicekik lehernya, “terang Suleman.

Ia pun kecewa dengan kesimpulan yang diberikan oleh penyelidik Polsek Somba Opu dimana kata penyelidik terhadap tubuh korban tak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Sehingga saya cek langsung ke RS. Bhayangkara dan visumnya dikatakan juga tak ada tanda-tanda bekas narkoba, miras ataupun tewas karena tenggelam. Jadi jelas korban sudah tewas dahulu kemudian dibuang ke sungai jeneberang itu. Itu dugaan kami,”ujar Suleman. (**)