Wabup Buka Bimtek Penyusunan Analisis Jabatan

27 Maret 2017 18:27
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan analisis jabatan kepada para Kasubag Kepegawaian dan staf di lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba.

BULUKUMBA, INIKATA.com – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan analisis jabatan kepada para Kasubag Kepegawaian dan staf di lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba.

Wabup Buka Bintek 2Bimtek ini dilaksanakan karena adanya perubahan organisasi perangkat daerah yang berlaku sejak awal tahun 2017. Penyusunan analisis jabatan dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan tupoksi dari masing- masing jabatan dan staf dari OPD yang terbentuk.

“Kita melakukan Bimtek ini agar OPD bisa menyusun kembali analisis jabatannya, oleh karena setelah OPD baru, ada perangkat daerah yang berkurang dan bertambah beban kinerjanya” ungkap Kepala BKPSDM Andi Ade Ariadi saat pembukaan Bimtek Penyusunan Analisis Jabatan di ruang Pola Kantor Bupati, Senin (27/3/2017).

Panitia Pelaksana Asraeny menyebut tujuan dari Bimtek adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan aparat dalam penyusunan analisis jabatan sehingga ada sumber daya dalam menganalisis jabatan dan menyusun uraian tugas serta penyusun kualifikasi syarat jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Bulukumba. Adapun narasumber atau pemateri dari Bimtek ini tambah Asraeny yaitu Dr. Muttaqin dari STIA-LAN Makassar sedangkan pesertanya berjumlah 60 orang.

Tomy Satria Yulianto saat membuka acara mengatakan untuk melakukan tata kelola pemerintahan melalui reformasi birokrasi perlu menghadirkan supporting system guna mendongkrak kinerja pemda. Itulah sebab Bimtek seperti ini penting dilakukan sehingga aparatur memiliki kompetensi dan lebih profesional dalam bekerja.

“Intinya bimbingan teknis ini, kita ingin mendapatkan pegawai yang on right man on the right place, sehingga kita tidak ingin kinerja aparat tidak jelas oleh karena tidak adanya sistematika kinerja yang mengaturnya seperti analisis jabatan” ungkap Tomy Satria.

Tomy Satria pun bercanda, bahwa hanya pelatihan terjun payung saja yang belum diikuti oleh para ASN, sehingga dirinya berharap ASN yang mengikuti Bimtek itu lebih serius dan tidak hanya menggugurkan kewajiban saja.

Tomy Satria mewarning bahwa setelah Bimtek ini, tidak ada lagi alasan bagi OPD tidak menyerahkan analisis jabatan maupun uraian tugasnya apabila diminta.

“Saya berharap ASN mampu mengeluarkan kinerja terbaiknya dalam pelayanan kepada masyarakat, anda adalah orang-orang terpilih dari 430 ribu penduduk yang memiliki tanggungjawab melayani masyarakat” kata Tomy di hadapan peserta bimtek.(**)