Menteri Tenaga Kerja Minta Banser Jaga Kemandirian Bangsa

25 Maret 2017 17:04
Peserta Kursus Banser Pimpinan (SUSBANPIM) GP Ansor. (afri/inikata)

MAKASSAR, INIKATA.com – Menteri Tenaga Kerja RI, Muhammad Hanif Dhakiri, memberikan motivasi kepada 100 peserta Kursus Banser Pimpinan (SUSBANPIM) GP Ansor yang berlangsung di aula Balai Latihan Kerja dan Industri (BLKI) Makassar, Sabtu (25/3/2017).

Hanif mengungkapkan, kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) harus merapatkan barisan untuk meningkatkan kompetensinya baik sebagai tenaga kerja maupun sebagai wirausahawan dalam rangka menjaga kemandirian bangsa.

Sekarang ini, kata Hanif, telah memasuki era MEA, sehingga mau tidak mau tenaga kerja harus mumpuni agar bisa bersaing. MEA menjadi kompetisi yang sifatnya bukan alamiah tapi persaingan yang didesain seperti harus ada sertifikasi atau lisensi.

“Kasarnya begini, kalau anda jago berkelahi tapi tak punya lisensi, anda tak bisa masuk ring tinju. Kalau tak bisa bertanding bagaimana bisa menang,” jelas Hanif.

Mantan Ketua PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini juga mengajak agar kader Banser yang merupakan para pemuda Nadhlatul Ulama ini bisa menjadi pengusaha. Saat ini jumlah pengusaha di Indonesia hanya sekitar 1,5 persen sehingga masih terbuka peluang besar untuk terjun di dunia usaha dan membuka lapangan kerja.

Menurutnya, forum atau majelis-majelis taklim di wilayah masing-masing kaum nadhliyin bisa dijadikan sebagai sarana untuk mendorong dan mendukung kemandirian ekonomi para warga Nadhlatul Ulama (NU).

Mantan pengurus GP Ansor ini pun menegaskan kepada seluruh kader yang berada di bawah naungan NU agar bisa menjadi kader NU 24 karat. Warisan ilmu para kyai NU, ucap Hanif, yakni akidah islam ahlussunnah waljamaah an nahdiyah harus menjadi dasar untuk berbuat yang terbaik bagi Indonesia.

“Percayalah bahwa kita bisa jadi besar karena keikhlasan dan pengabdian kepada NU. NU harus berada di depan untuk memberikan manfaat yang baik bagi bangsa dan semua orang,” ungkap Hanif.

Acara tersebut dipandu oleh Komandan Latihan SUSBANPIM,Hasan Basri Sagala. Hadir pula petinggi partai PKB di antaranya Ketua PKB Sulsel Azhar Arsyad, Anggota DPR Andi Muawiyah Ramli, mantan Sekjen GP Ansor Syukur Sabang.

SUSBANPIM diikuti oleh perwakilan GP Ansor dari 19 provinsi di Indonesia yakni Sulsel, Kaltim, NTT, Sulbar, Riau, Gorontalo, Jambi, Sultra, Jateng, Kalteng, Sulut, Sumsel, Lampung, Kalsel, Yogyakarta, Jatim, Maluku, Papua/Papua Barat, Jakarta (Satkornas).

Ketua GP Ansor Sulsel, Muhammad Tonang, dalam sambutannya mengaku bersyukur Menteri Hanif dapat hadir langsung memberikan motivasi kepada peserta.

“Ini merupakan berkah bagi kita semua dan bisa saling menguatkan silaturahmi,” ucap dia.