Khawatir Rudal Korut Jangkau Alaska, Militer AS Minta Kenaikan Anggaran

25 Maret 2017 10:23
4 Rudal balistik milik Korut yang ditembakkan beberapa waktu lalu, Kejadian itu memicu ketegangan di semanjung korea.(Foto:AFP)

INIKATA.com– Korea Utara (Korut) terus melakukan pengembangan rudal balistik, bahkan dari berbagai tulisan di berita, Rudal Korut ditarget akan mengjangkau wilayah Amerika Serikat (AS)

Seperti dilansir dari PressTv, Sabtu (25/3/2017), Hal itu membuat Militer AS khawatir, dan mengaku Negara bagian Alaska bisa menjadi target untuk rudal Korea Utara. Seorang Komandan senior Militer AS Letnan Jenderal Kenneth S. Wilsbach memperingatkan, bahwa anggaran militer Negara harus meningkat.

Pernyataan itu disampaikan saat Kongres Bersama Komite Angkatan Bersenjata pada hari Kamis (23/3/2017) waktu setempat, Kenneth S. Wilsbach mengatakan kepada anggota parlemen bahwa para pejabat militer yang ditempatkan di Alaska khawatir tentang kemajuan Korut dalam mengembangkan rudal balistik.

“Tentu saja retorika yang datang dari Korea Utara dan aktivitas yang kita lihat membuat saya sebagai komandan militer memiliki kekhawatiran bahwa ancaman meningkat,” kata dia seperti dikutip dari PresTv.

Kenneth S Wilsbach mengingatkan,  panel yang saat ini sedang dibangun di Alaska serta proyek-proyek militer yang sedang berlangsung di seluruh negara bagian harus diselesaikan dalam  tahun 2017, dengan anggaran sebesar $ 561.000.000.

Selain itu, Jaringan sistem rudal harus ditingkatkan serta mempersiapkan Eielson Air Force Base untuk menjadi rumah dari skuadron Jet tempur siluman F-35, yang bisa menampung 54 pesawat, dan diharap selesai pada tahun 2020.

“Letak Alaska sangat strategis, itulah sebabnya kami ingin mempertahankan tanah ini dari serangan, apalagi beberapa fasilitas di sini bisa dipertimbangkan untuk dijadikan target oleh musuh, jadi itu sebabnya kita harus memiliki kekuatan yang mampu membela bangsa dari sini,” Tutur Wilsbach

Alaska sendiri sering disebut sebagai baris terakhir pertahanan terhadap serangan nuklir dari lawan seperti Korea Utara, apalagi ketegangan kian tinggi antara Washington dan Pyongyang pasca latihan tahunan perang gabungan yang dilakukan AS dan Korea Selatan di Semenanjung Korea.

Ketegangan itu juga kian memuncak setelah AS memulai instalasi sistem rudal canggih di pangkalan udara di Korea Selatan awal bulan ini. Washington juga menyebarkan kapal perang bertenaga nuklir dan pesawat di kawasan itu.(**)