110 Kilogram Bangkai Babi Disita di Pasar Makale

24 Maret 2017 19:35
Ilustrasi daging

MAKASSAR, INIKATA.com – Banyaknya laporan masyarakat tentang peredaran bangkai daging babi membuat Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tana Toraja (Tator) melakukan penyitaan daging di Pasar Makale.

Hasil penyitaan daging di Pasar Makale sebanyak 110 Kilogram, bahkan jika daging tersebut dikonsumsi sangat berbahaya bagi kesehatan.

Daging sitaan itu diketahui didatangkan dari wilayah Sangalla untuk dijual di pasar Makale. Setelah disita dan diperiksa di laboratorium, daging itu sudah dimusnakan, karena kandungannya sangat berbahaya bagi kesehatan akibat kandungan kimia pakan yang diberikan pemiliknya.

Baca Juga: KPPU Tinjau Harga Cabai dan Daging di Pasar Tradisional

Ironisnya, daging babi itu lebih banyak dibeli oleh para pengelola rumah makan dan kebutuhan lauk pauk di Toraja. Daging itu positif dinyatakan bangkai dan mengandung zat berbahaya bagi kesehatan.

Sementara Sekretaris Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Tator Adelheid Sosang, mengatakan praktik jual beli daging yang diistilahkan para penjual daging tendangan sudah lama berlangsung.

Ia juga menjelaskan, daging tersebut jika diperhatikan sepintas dengan daging biasa hampir tak ada perbedaan mencolok.

Baca Juga: KPPU RI Mendorong Peternak Kemitraan BUMN

“Dagingnya sudah kita periksa dan memang dinyatakan bangkai karena daging babi mati. Tindakan kita menunggu perintah bupati. Data-data penemuan kita laporkan untuk menunggu arahan,” kata Adelheid Sosang, Jumat (24/3/2017).