Kejati dan Polda Wajib Tangani Kasus Proyek Tanggul Ambruk

23 Maret 2017 20:08
Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel dan Polda Sulsel wajib mengusut proyek tuntas pengerjaan tanggul jalan poros Kabupaten Enrekang dan Toraja yang saat ini belum genap setahun sudah ambruk.

MAKASSAR, INIKATA.com – Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel dan Polda Sulsel wajib mengusut proyek tuntas pengerjaan tanggul jalan poros Kabupaten Enrekang dan Toraja yang saat ini belum genap setahun sudah ambruk.

Hal itu juga menjadi sorotan Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi (Pukat) Sulawesi Selatan, Farid Mamma. Ia mengatakan, baru beberapa bulan selesai dikerjakan tanggul jalan tersebut sudah ambruk.

“Saya kira ini karena pengerjaan yang asal-asalan salah satunya mengurangi kualitas yang sebenarnya atau dugaan tak sesuai spesifikasi,” kata Farid Mamma, Kamis (23/3/2017).

Adik kandung Wakabareskrim Mabes Polri ini berharap aparat kepolisian maupun kejaksaan segera turun melakukan pengusutan terhadap pengerjaan yang kabarnya menelan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) hingga puluhan miliar tersebut.

Baca Juga: Pukat: Polda Wajib Dalami Semua Kegiatan Bimtek DPRD se-Sulsel

“Tanggul itu belum dimanfaatkan lama sudah rubuh saya kira jelas kerugian yang ditimbulkan,” terangnya.

Sementara Hasbullah salah satu warga yang mengetahui itu mengatakan, proyek pengerjaan tanggul jalan yang tepatnya terletak di Kec. Mangkendek Kab. Tana Toraja yang berbatasan langsung dengan Kab. Enrekang tersebut dikerjakan oleh Raymond sekretaris REI Sulsel.

“Iya betul dia yang kerjakan, pengawasnya itu namanya bapak Wisman juga orangnya Raymond. Pengerjaan tanggul itu parah hanya berlangsung beberapa bulan sudah ambruk,” ujar Hasbullah

Baca Juga: Sekwan Disebut harus Bertanggung Jawab Dalam Dugaan Kasus Korupsi Bimtek Enrekang

Ia berujar bahwa panjang tanggul yang dibangun kurang lebih 1 kilometer lebih dan menggunakan anggaran APBN tahun 2016. Bahkan pekerjaan proyek tersebut tidak menggunakan papan pembicara pekerjaan proyek.(**)