Sekwan Disebut harus Bertanggung Jawab Dalam Dugaan Kasus Korupsi Bimtek Enrekang

23 Maret 2017 15:29
ilustrasi.

MAKASSAR, INIKATA.com – Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sulsel melakukan penggeledahan di kantor DPRD Enrekang, Jumat 10 Maret 2017 lalu. Tim pun menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen anggota dewan, CPU milik Sekwan dan sejumlah bukti lainnya.

Belakang diketahui, Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif menjadi dugaan awal kepolisian dalam modus kasus korupsi dana bimtek anggota DPRD Enrekang tahun anggaran 2015 dan 2016.

Polda Sulsel Kantongi Nama Tersangka Dugaan Korupsi Bimtek Enrekang

Maka dari itu, Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi (Pukat) Sulsel menilai sekretaris dewan (Sekwan) paling bertanggungjawab dalam dugaan korupsi bimbingan teknis di DPRD Enrekang.

“Diakan pengguna anggaran. Jika temuannya adalah dugaan mark up anggaran perjalanan dinas para legislator jelas sekwan harus bertanggungjawab,” kata Farid Mamma Direktur Pukat Sulsel dimintai tanggapannya, Kamis (23/3/2017).

Selain Sekwan, Farid juga mendesak penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Sulsel mendalami keterlibatan sejumlah oknum anggota DPRD Enrekang.

“Karena jelas permainan mark up anggaran perjalanan dinas itu kuat dugaan kongkalikong antara Sekwan dan oknum Legislator sehingga disepakati rencana jahat itu,” terang Farid.

Tak hanya Enrekang, hampir seluruh kantor DPRD di Sulsel besar kemungkinan sering bermain di kegiatan anggaran perjalanan dinas.

“Bukan rahasia lagi tapi sudah menjadi konsumsi umum jika anggaran perjalanan dinas itu kerap dimainkan. Mulai dari nota fiktif hingga jumlah yang dimark up. Saya kira polda harus kembangkan kasus ini hingga melebar,” ungkap Farid.

Sebelumnya, Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel mengusut kasus dugaan korupsi anggaran Bimtek DPRD Kabupaten Enrekang tahun anggaran 2015-2016.

Akan Ada Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Bimtek Kabupaten Enrekang?

Menurut Direktur Reskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono pihaknya sudah mengantongi identitas oknum yang terlibat dalam anggaran Bimtek DPRD Enrekang. Meski demikian, pihaknya terlebih dulu melakukan gelar perkara kemudian penetapan tersangka mendekat ini.

“Sudah ditingkatkan ke penyidikan kasusnya dan segera kita jadwalkan gelar perkara untuk kemudian langsung penetapan tersangkanya,” kata Yudhiawan.

Dugaan Korupsi Dana Bimtek Rp3,6 M, Tipikor Polda Sulsel Polis Line Empat Ruangan

Saat ditanya terkait keterlibatan sekwan dan pimpinan DPRD Enrekang dalam kasus tersebut, Yudhiawan engan menyebutkan dan memilih merahasiakan.

Meski demikian, menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada oknum yang anggota dewan maupun pegawai yang terlibat. (**)