Warga Asrama TNI Bara-baraya Curhat Soal Penggusuran

22 Maret 2017 23:34
Warga Barabaraya yang menolak penggusuran.

MAKASSAR, INIKATA.com – Tekanan batin semakin dirasakan warga Asrama TNI Bara-barayya, Jalan Abubakar Lambogo, Kecamatan Makassar sejak dikeluarkannya SP 3 dari Kodam VII Wirabuana terkait pengosongan lahan.

Bahkan beberapa warga Asrama TNI Bara-baraya sudah mulai jatuh sakit. Selain itu juga pada Selasa malam kemarin (21/3/2017) situasi warga Asrama sempat memanas lantaran dipicuh kedatangan oknum TNI untuk melakukan penggusuran malam-malam.

Tak sampai disitu, warga juga telah melengkapi dirinya dengan berbagai senjata guna menolak penggusuran dilakukan Kodam VII Wirabuana.

Pantauan Inikata.com dilokasi, ruas jalan Ablam hingga jalur tembus ke Jalan Sungai Saddang masih dikuasi warga dan dibantu elemen mahasiswa berbagai kampus di kota Makassar, batu-batu juga berserakan di jalan.

“Sejak diedarkannya surat peringatan, saya dan keluarga tidak pernah tidur nyenyak lagi. Trauma atas sikap agresif militer mengahantui benak kami tentunya,” kata Benyamin Layuk, merupakan warga korban penggusuran, Rabu (22/3/2017).

Benyamin mengatakan, setelah pihak kodam melakukan penggusuran, dirinya mau tinggal dimana?, sebab sanak keluarganya sudah tak ada lagi di Makassar.

“Tidak ada tempat alternatif lain, jika kami digusur. Apalagi penduduk disini notabenenya hanya pekerja kasar kodong,” ujarnya.

Sehingga tentunya, hingga titik darah penghabisan, ia dan korban lainnya akan tetap bertahan dan akan melakukan perlawanan.

Sebelumnya, warga Barabarayya diberikan dua pilihan yakni menerima uang Rp 40 Juta lalu mengosongkan lahan atau digusur paksa dalam waktu dekat ini. (**)