“Bola Panas” di RSUD Andi Makkasau, Walikota Sidak, Yamin Pertaruhkan Jabatan

22 Maret 2017 14:49
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Parepare, dr Muhammad Yamin.

PAREPARE.INIKATA.com – Wali Kota Parepare, Taufan Pawe melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Parepare, Rabu (22/3/2017).

Dalam sidak tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Parepare, dr Muhammad Yamin mengatakan, Wali Kota melakukan sidak untuk memantau secara umum manajemen yang ada di rumah sakit tersebut.

“Kunjungan Pak Wali ini berkaitan pengelolaan manajemen secara umum,” pungkasnya.

“Cuma tadi, kita lebih membicarakan seberapa jauh manajemen menyikapi tentang keluhan-keluhan masyarakat terhadap pengadaan obat di rumah sakit ini,”katanya.

Dr. Yamin yang saat ini juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Parepare menjelaskan optimis akan menuntaskan semua permasalahan yang ada di rumah sakit tersebut tanpa terkecuali.

“Insya allah pihak kami akan menuntaskan yang menjadi bola panas saat ini, di bulan April kami usahakan tidak ada permasalahan dan utang lagi,”janjinya.

Selain itu,  pihaknya telah berjanji, jika masih ada permasalahan di rumah sakit tersebut, maka semua manajemen di rumah sakit tersebut siap diberhentikan

“Di depan pimpinan (Wali kota Parepare, Taufan Pawe) kami berjanji tadi akan menuntaskan semua permasalahan yang ada di sini, dan jika tidak, maka yang menjadi konsekuensinya, kami dari pihak managemen di rumah sakit ini, siap diberhentikan jika masih ada lagi permasalahan dibulan Mei, April harus tuntas semua,”tegasnya.

Diketahui tunggakan di RSUD Andi Makkasau hingga saat ini mencapai Rp4 miliar.

“Kami akan selesaikan pada bulan April, ada langkah-langakah yang kami upayakan untuk menyelesaikan permsalahan itu,”tutupnya.

Sementara itu Wakil Direktur RSUD Andi Makkasau, dr. Reny menguraikan, terkait untuk pelayanan obat di rumah sakit yang dikeluhkan keluarga pasien belum lama ini,

“Kami buatkan sistem SOP ke dalam bahwa tanggung jawab pengadaan obat adalah dari dalam, kami sudah kerjasama dengan pihak Kimia Farma, dan kalau tidak ada di Kimia Farma maka kami ambil alih, bukan keluarga pasien yang urus lagi obat itu,”ungkapnya.