Kejari Diminta Tahan Kepsek SMUN 1 Makassar

19 Maret 2017 18:49
Ilustrasi. (Foto: ist)

MAKASSAR, INIKATA.com – Kasus Pungutan Liar (Pungli) dilakukan kepala Sekolah (Kepsek) SMU Negeri 1 Makassar yang kini berstatus sebagai tersangka menjadi sorotan perhatian Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi (Pukat) Sulsel.

Bahkan Pukat Sulsel mendesak pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar untuk menahan Kepsek SMUN 1. Bahkan Pukat sendiri meminta penyidik Kejari untuk bersikap sama alias tak pilih kasih dalam penanganan kasus dugaan pungli yang sedang ditangani.

Direktur Pukat Sulsel, Farid Mamma mengatakan, dua kepsek yakni SMUN 1 Makassar dan SMUN 5 Makassar berstatus sama sebagai tersangka. Namun hanya kepsek SMUN 5 yang ditahan oleh Kejari sementara Kepsek SMUN 1 Makassar masih bebas berkeliaran padahal unsur dan perbuatan sama.

Farid mengakui sikap penyidik Kejari Makassar yang pilih kasih yakni tak menahan Kepsek SMUN 1 Makassar dalam kasus dugaan pungli wajar patut dicurigai oleh masyarakat.

“Jadi jika penyidik tak ingin buat polemik maka berlakukan hal yang sama tahan Kepsek SMUN 1 sebagai tersangka. Jika tidak jelas ada kecurigaan main mata,” terang Farid.

Kepala Sekolah SMUN 1 Makassar, Abdul Hajar sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pungli setelah penyidik Kejari Makassar lebih awal menjerat Kepala Sekolah SMUN 5 Makassar, Muhammad Yusran dalam kasus yang sama.

Sejak ditetapkan tersangka, penyidik langsung menjebloskan Yusran ke rutan Makassar guna menunggu tahap penuntutan rampung atau selama 21 hari.

Terpisah, Kepala SMAN 1 Makassar Abdul Hajar mengakui dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang tengah berlangsung di kejaksaan tersebut.

“Saya harus menghargai dan menghormati proses hukum yang dilakukan kejaksaan,” katanya.

Terkait dugaan pungli yang dialamatkan pada dirinya, ia membantahnya.

“Pembayaran dari siswa baru bukan untuk saya gunakan pribadi. Tapi dipakai untuk membeli kebutuhan sekolah. Seperti peralatan penunjang mutu belajar siswa,” terangnya.

Sementara, Kasi Intel Kejari Makassar, Alham menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyidikan

“Penyidik masih melakukan perampungan penyidikan tak ada intervensi lain terhadap kasus pungli yang menjerat Kepsek SMUN 1 Makassar.  Jika nantinya sudah rampung upaya penahanan kewenangan penuh penyidik sesuai aturan,” katanya.

Dalam kasus ini kedua Kepsek sekolah unggulan tersebut diduga melakukan tindak pidana korupsi berupa pungutan liar (pungli) penerimaan siswa baru (PSB) di sekolah yang dipimpinnya. Dimana dalam proses penyidikan ditemukan alat bukti yang cukup sehingga penyidik menetapkan keduanya menjadi tersangka.

Alat bukti yang dimaksud selain keterangan para saksi saksi yang telah diperiksa sebelumnya juga terdapat beberapa dokumen penting yang terkait dengan kasus tersebut. (**)