Lupakan Sistem Pikul, Petani Sidrap Pakai Drone Basmi Hama

19 Maret 2017 18:18
Drone. (Foto: ist)

SIDRAP, INIKATA.com – Kabupaten Sidrap yang dikenal sebagai lambung padi di Sulsel, pemerintah bersama masyarakat petani tidak henti-hentinya melakukan inovasi untuk mewujudkan pertanian modern, mulai dari penggunaan benih hingga penggunaan teknologi industri modern.

Inovasi terbaru yang akan diterapkan dalam bidang pertanian itu adalah, penggunaan alat pembasmi hama berupa drone yang tidak lagi melakukan penyemprotan dengan sistem pikul, namun sistemnya melalui penyemprotan dari udara yang dapat dikontol dari pemalang sawah.

PT Advansia yang berupaya menghadirkan alat modern tersebut pertanian tersebut, disambut baik para masyarakat petani didaerah ini yang dinilainya akan sangat membantu petani dalam membasmi hama secara cepat, tepat dan praktis.

Dalam musim tanam mendatang, pihak PT PT Advansia akan menghadirkan pesawat terbang tanpa awak alias drone yang bisa digunakan petani untuk melakukan penyemprotan pestisida di lahan pertanian masyarakat didaerah ini sebagai salah satu daerah pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi modern dibidang pertanian.

PT Advansia, melalui Nasional Manajer, Ali Syarief Lambang, di Pangkajene, Sidrap, Minggu (19/3/2017) mengatakan, impor drone atau alat semprot hama yang diproduksi negeri jiran, Malaysia itu, sedang dalam proses produksi yang dalam pengoperasiannya mampu menyemprot lahan seluas satu hektar hanya dalam waktu 28 menit.

Sementara itu, Ketua DPRD Sidrap, H Zulkifli Zain, Minggu sesat lalu, sangat merespon penggunaan teknologi drone untuk memudahkan pertanian di daerah ini, karena penggunaan alat dong, merupakan suatu langkah maju apabila dapat diterapkan penggunaannya bagi masyarakat petani di daerah ini.

“Atas nama wakil rakyat, kami mendukung penuh rencana kegiatan PT Advansia itu. Saya sangat berharap agar perusahaan yang menggagas ide ini, kami siap melakukan kerjasama dengan perusahaan pestisida nasional untuk menerapkan teknologi modern dalam membasmi penyakit hama pertanian masyarakat,”harap H Pilli, sapaan akrab H Zulkifli Zain. (**)