Kronologi Kisruh Penetapan Ketum HMI Cabang Makassar di PB HMI

19 Maret 2017 11:19
Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir bersama Ketua Bidang Sospol PB HMI, Muh Adil baru-baru ini di Polman. (Foto:ist)

JAKARTA,INIKATA.com – Setelah menjadi polemik di media sosial terkait penetapan Yusuf K Mariajeng sebagai ketua umum HMI Cabang Makassar, dalam rapat harian Jumat malam, 17 Maret 2017 di kantor PB HMI Jakarta.

Anehnya, beberapa fungsionaris PB HMI yang juga menghadiri rapat harian tersebut membantah ada penetapan Yusuf sebagai ketua umum.

Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir dan Ketua Bidang Sospol PB HMI, Muh Adil yang ditemui pagi hari di bandara Sultan Hasanuddin, 18 Maret 2017 sama-sama membatah.

“Memang ada rapat harian, tapi tidak ada penetapan” ujar Muhamad Adil.

Sekertaris Jenderal PB HMI, Ami Jaya, di tempat terpisah mengaku heran dan menganggap rumor penetapan Yusuf tidak lebih mainan segelintir orang, pasalnya menurut dia soal cabang Makassar sudah selesai dengan penetapan Muaffiq sebagai Ketua Umum.

“Soal cabang makassar itu sudah selesai dengan penetapan Muaffiq kalau penetepan Yusuf saya kira itu mainan segelintir orang yang tidak paham dengan konstitusi,” ungkap Ami Jaya.

Setelah ramai berbatahan di media online, beredar kronologis soal rapat harian yang terkesan dipaksakan oleh pimpinan sidang yang terlihat sudah menunjukkan keberpihakannya.

Berikut Kronologi rapat harian yang memunculkan rumor penetepan ketum HMI Cabang Makassar dijelaskan oleh Supriadi, wakil sekretaris jenderal yang diperbantukan di bidang PAO PB HMI:

1. Pada pukul 22.32 setelah pembahasan beberapa agenda organisasi seperti pandangan ketua umum dan laporan bidang eksternal maka selanjutnya dibahas bidang internal yg tidak lain yaitu bidang PAO.

2. Pada pembahasan bidang PAO yg tidak dihadiri oleh ketua bidang PAO dan sekjend menetapkan bbrp cabang yg tdk dianggap memiliki sengketa konstitusi.

3. Setelah menetapkan bbrp cabang sampailah pada pembahasan cabang makassar yang di anggap memiliki masalah.

4. Sebelum masuk ke pembahasan cabang makassar salah seorang peserta rapat yaitu saudara Imam Taufik menyarankan agar saudara Edy Sofyan diganti menjadi pimpinan sidang karena dianggap saudara Edy adalah unsur PAO yg seharusnya memiliki netralitas dan kecenderungan saudara Edy memiliki keberpihakan kpd salah satu kandidat,akan tetapi berdasarkan saran dan usul yang berkembang dan jaminan bahwa pimpinan sidang netral dari seluruh peserta rapat harian maka saudara Edy Sofyan tetap menjadi pimpinan sidang.

5. Pada pukul 22.50 saudara Ketua Umum meninggalkan lokasi rapat harian dikarenakan pembahasan cabang makassar dianggap cukup alot maka rapat dilanjut dengan agenda pembahasan cab.Makassar tanpa dihadiri oleh saudara Ketua Umum, Sekjend, dan Ketua bidang PAO, rapat hanya dihadiri oleh beberapa pengurus harian lainnya.

6. Setelah unsur bidang PAO saudara Ozi menjelaskan dasar pengambilan keputusan Yusuf sebagai ketua umum berdasarkan telaah PAO tanpa memperlihatkan berkas yg masuk ke bidang PAO, maka beberapa peserta sidang menanyakan hal itu, oleh saudara Andika, Imam Taufik yg menanyakan mengenai pemalsuan dokumen organisasi dan kepesertaan konfercab Makassar yang dilakukan dlm forum konfercab yg dilaksanakan oleh saudara ketua umum demisioner hal itu dibuktikan dengan video yang menunjukkan peserta dari komisariat ternyata bukan dari kader komisariat bersangkutan dibuktikan oleh surat keberatan 3 komisariat bersangkutan yg dokumennya sudah diserahkan ke bidang PAO.

7. Bidang PAO tetap tidak menghadirkan draft gugatan dan tidak ingin membahas permasalahan dugaan pemalsuan dokumen, pimpinan sidang rapat Edi Sofyan selaku wasekjend bidang PAO yang juga pernah menjadi Ketua Umum HMI cab. Makassar menjelaskan bahwa seluruh dugaan pemalsuan adalah tidak benar dengan asumsi bahwa dari tiga komisariat yg menggugat, komisariat memiliki keterwakilan dari senior komisariat bersangkutan sebagai garantor bahwa peserta yang hadir adalah kader komisariat tanpa dibuktikan dengan dokumen yang mendukung.

8. Saudara Imam Taufik menjelaskan bahwa apa yg disampaikan oleh saudara Edi Sofyan tidak memiliki argumentasi dan tidak memenuhi syarat konstitusional karena terdapat gugatan yang masuk ke PAO PB HMI pada rapat pertanggal 10-03-2017 akan tetapi unsur PAO dan beberapa pengurus lainnya mengaggap bahwa permasalahan ini bukan hal penting dalam telaah bidang PAO untuk memutuskan formateure cabang makassar dan tetap pada keputusan PAO yg didasari pada kapasitas person bid.PAO dlm melihat masalah tersebut ini disampaikan oleh saudara Muh.Syarif, Awal, dan Ozi.

9. Pada akhirnya dengan perdebatan yg cukup alot saran dan usul yang berkembang secara mayoritas pada forum rapat harian yaitu menghadirkan dua draft usulan pengesahan yang telah masuk ke bidang PAO sesuai dengan putusan rapat harian sebelumnya (10-03-2017) agar kiranya bersama2 melihat kelengkapan berkas sesuai dgn konstitusi atau tidak dan menggunakan jumlah komisariat sebagai dasar penetapan ketua umum sehingga dr hal itu peserta rapat harian dpt mengambil keputusan akan pengesahan formateure HMI cab.Makassar, ini diusulkan oleh saudara Hairun Rizal, Mahmud Amir, Imam taufik, Keni Novandri, Andika

10. Bidang PAO masih menjelaskan dasar pengambilan keputusan yang dianggap sepihak tanpa menghadirkan draft yang menjadi titik permasalahan oleh sebagian Peserta Rapat harian dan mengabaikan hasil rapat per tanggal 10-03-2017 hal ini yang membuat beberapa peserta rapat mengintrupsi bidang PAO krn dianggap bahwa bidang PAO tidak menghormati putusan rapat harian sebelumnya.

11. Pukul 23.15 saudara Firdaus Djalal, Mahmud Amir, Pahmuddin, Andika meminta pada pimpinan sidang diberi kesempatan bicara oleh pimpinan sidang namun pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada saudara Pahmuddin yang menyampaikan bahwa apapun keputusan rapat harian malam ini maka sebaiknya mengakomodir kelompok lainnya baik itu Yusuf maupun Muwaffiq apabila Yusuf yang ditetapkan maka sebaiknya mengakomodir Muwaffiq

12. Setelah saudara Pahmuddin berbicara maka peserta rapat lainnya meminta pada pimpinan sidang untuk berbicara akan tetapi pimpinan sidang mengatakan ‘jadi kita sah kan’ dan langsung mengetuk palu sidang, setelah mengetuk palu sidang suasana rapat menjadi kurang kondusif dan salah satu peserta sidang Andika bertanya ‘apa yang disahkan’ ? Pimpinan sidang menyatakan bahwa Yusuf yang disahkan menjadi Formateur dan pada saat itu juga suasana menjadi sangat tidak kondusif disertai keributan krn dianggap pimpinan sidang memaksakan kondisi tanpa dasar konstitusi yang jelas mau memutuskan secara sepihak terkait hasil konfercab Makassar.

13. Pada pukul 23.42 dlm suasana yang tidak kondusif serta terjadi keributan sebagian peserta meninggalkan forum rapat krn forum tidak kondusif dan sidang tidak dilanjutkan.(***)