AS Bantah Jatuhkan Bom di Masjid Suriah Yang Tewaskan 42 Warga Sipil

18 Maret 2017 22:10
Tim Evakuasi mencari warga yang tertimpa reruntuhan material Masjid, di Sebuah Desa sebelah barat Provinsi Aleppo, (Foto: Reuters)

INIKATA.com– Setidaknya 42 warga sipil Suriah tewas saat pesawat tempur Amerika Serikat (AS) membom sebuah masjid yang dipenuhi jamaah, di sebuah desa barat dari Ibukota Suriah, Aleppo, Jumat (17/3/2017) waktu setempat.

Namun, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (18/3/2017), Pentagon mrngatakan, serangan udara AS tidak menarget Masjid sebagai sasaran, akan tetapi gedung yang berada didekat Masjid tersebut, di sebuab desa sebelah barat Provinsi Aleppo.

Pentagon mengaku serangan udara yang dilayangkan menargetkan puluhab militan Al-Qaeda yang berafa disekitaran Masjid tersebut, sebagai bukti Pentagon bahkan memperlihatkan foto Masjid yang masih utuh yang diklaim berada di lokasi penyerangan kepada Wartawan.

“Masjid masih berdiri dan relatif tanpa kerusakan, Gedung yang kami targetkan ada di dekatnya (masjid) dan serangan itu jelas mengenai sasaran yang dituju,” Jelas Kapten Angkatan Laut, Jeff Davis.

Baca Juga: 

Sebelumnya, Kepala Observatorium yang berbasis di London Rami Abdel Rahman mengatakan, penyerangan ditargetkan di masjid saat para jemaah melakukan shalat malam.

Dia melanjutkan, petugas evakuasi juga terlihat menarik beberapa warga sipil dari balik puing puing Masjid yang rubuh, hingga saat ini puluhan warga masih dikabarkan tertimbun di reruntuhan Masjid.

Abu Muhammad, seorang warga desa, mengatakan kepada AFP ia mendengar ledakan kuat ketika masjid dihantan menggunakan bom oleh pesawat tempur milik AS.”Itu tepat setelah doa pada waktu di mana biasanya ada pelajaran agama untuk laki-laki di dalamnya,” katanya.

“Saya melihat 15 mayat dan banyak bagian tubuh di puing-puing ketika saya tiba. Kami bahkan tidak bisa mengenali beberapa mayat, “tambahnya.(**)