Narkoba Sebanyak 68 Paket Dimasukkan Dalam Salib di Nusakambangan

15 Maret 2017 10:20
Narkoba Sebanyak 68 Paket Dimasukkan Dalam Salib di Nusakambangan.

INIKATA.com – Tim gabungan dari Polres Cilacap, Jawa Tengah, Lapas Nusakambangan, dan BNNK Cilacap, berhasil menggagalkan penyelundupan paket narkoba yang akan dimasukkan ke Lapas Nusakambangan.

Berbagai cara dilakukan oleh para pelaku bisnis narkoba untuk mengedarkan narkoba di dalam Lapas Nusakambangan, salah satunya dengan memanfaatkan pembesuk.

Untuk mengelabui petugas, paketan narkoba sebanyak 68 buah dimasukkan ke dalam kapstok/gantungan baju dan salib yang terbuat dari kayu.

“Kayu kapstok dan salib tersebut dilubangi kemudian paketan narkoba dimasukan ke dalam lubang dan ditambal kembali sedemikian rupa dan di cat sehingga tidak terlihat dari luar,” ungkap Kepala Kepolisian Resor Cilacap AKBP Yudo Hermanto SIK, melalui Kepala Bagian Operasi Kompol Faisal Perdana SIK, saat press release di Mapolres Cilacap yang dihadiri pihak dari BNNK Cilacap dan Lapas Nusakambangan, Senin (13-03-2017).

Sesuai dengan peraturan bagi para pembesuk bahwa selain makanan, tidak boleh membawa barang atau sejenisnya, saat akan membesuk ke dalam Lapas Nusakambangan.

Cara yang dilakukam oleh para pengedar narkoba terbilang sangat rapi karena jika dilihat secara sepintas maka tidak ada bekas lubang pada kayu kapstok/gantungan baju dan salib tersebut.

Namun setelah kapstok/gantungan baju dan salib yang terbuat dari kayu dibongkar, terdapat puluhan paket narkoba yang disembunyikan di dalamnya.

Dari kejadian itu, petugas berhasil mengamankan seorang pembesuk perempuan yang membawa barang dan seorang napi Lapas Narkotik Nusakambangan yang diduga sebagai tujuan narkoba tersebut.

Perempuan itu berinisial LA, 34 tahun, ibu rumah tangga, warga Kecamatan Gayamsari Kota Semarang. Dari pengakuanya, narkoba tersebut akan dikirim untuk suaminya yang berada di Lapas Narkotik Nusakambangan yang bernama HP alias Black, yang sedang menjalani hukuman kasus narkoba dengan vonis 10 tahun.

“Dengan kejadian tersbut Kami akan terus berkordinasi dan bekerja sama dengan pihak Lapas dan BNNK untuk melakukan pencegahan peredaran narkoba di dalam Lapas Nusakambangan dengan memperketat pemeriksaan barang bawaan pembesuk,” terang Kabag Ops. (**)