Pernyataan Kapolres Palopo Dinilai Kurang Memahami Tugas Wartawan

14 Maret 2017 22:20
Hasman Hanafi, Ketua PWI Kabupaten Sidrap - Enrekang, di Pangkajene, Sidrap,

SIDRAP, INIKATA.com – Tindakan intimidasi terhadap dua anggota wartawan yang dilakukan dua anggota Lantas Polres Palopo saat melaksanakan tugas jurnalistiknya, dinilai sebagai bentuk arogansi yang perlu disikapi secara serius oleh Kapolda Sulsel.

Yang lebih tidak masuk akal, pernyataan Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono yang terkesan melindungi anggotanya itu dan seakan tidak mengerti dan memahami tugas jurnalistik, khususnya yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik dilapangan.

“Undang-Undang pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang kebebasan pers, sangat jelas telah diatur bagi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya, wajib hukumnya diberikan perlindungan oleh petugas, agar kemanannya terjaga dari hal-hal yang dapat membahayakan atau mengancam jiwanya,”ujar Hasman Hanafi, Ketua PWI Kabupaten Sidrap – Enrekang, di Pangkajene, Sidrap, Selasa sesaat lalu (14/3 /2017).

Baca Juga: Kapolda Diminta Beri Sanksi Tegas Kapolsek Wajo yang Melecehkan Profesi Wartawan

Untuk itu, kata Hasman, tindakan intimidasi yang dilakukan dua oknum anggota Polres Palopo dari Sat lantas itu, meminta kepada Kapolda Sulsel, Irjen Pol Drs Muktiono yang dikenal akrab dengan awak media, agar menindaklanjuti kasus ini hingga ada efek jera bagi petugas yang bertindak arogansi itu.

“Sebagai rasa solider terhadap teman-teman wartawan yang kembali mendapat perlakuan kasar dari aparat, harus Disikapi secara serius. Kami juga berharap agar wadah tempat bernaungnya dua wartawan dari dua media berbeda itu agar dikawal terus, apalagi Kapolres terkesan membela anggotanya yang berbuat salah dengan asumsi yang dinilai tidak logis,”tegas Hasman.(**)

Baca Juga: Wartawan di Palopo Diintimidasi Oknum Polisi Polres Palopo