Dugaan Korupsi Proyek SPAM Moncongloe, Pukat Sulsel Minta Polisi dan Kejaksaan Perjelas Penanganan

14 Maret 2017 17:40
Direktur Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi (Pukat) Sulsel, Farid Mamma

MAKASSAR, INIKATA.com – Direktur Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi (Pukat) Sulsel, Farid Mamma menyayangkan penanganan kasus dugaan korupsi Proyek Pengadaan Pipa SPAM Moncongloe, Kabupaten Maros yang tidak jelas.

Padahal kasus dugaan korupsi tersebut hampir memasuki 3 tahun penyelidikan yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel. Selain itu juga kasusnya sudah berlarut-larut ditangani tak ada perkembangan hingga saat ini.

“Saya ingat kasus ini dulu merupakan sorotan publik tapi sampai saat ini tidak ada progres apalagi kabar sejauh mana tahapan kasus ini ditangani Kejati Sulsel,” kata Farid Mamma, Selasa (14/3/2017).

Dalam proyek tersebut senilai Rp 2,5 Milyar yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) tahun 2012 melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Unit Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Sulsel.

Farid mengungkapkan dalam proyek ini sebelumnya diduga terjadi pemalsuan dokumen oleh pihak rekanan yang telah memenangkan tender proyek yakni PT Graha Prima Adidaya.

PT Graha Prima Adidaya sebagai perusahaan pemenang tender kala itu diduga menggunakan dokumen palsu sebagai syarat kelengkapan berkas. Dokumen yang diduga palsu itu berupa sertifikat badan usaha jasa pelaksana konstruksi yang diterbitkan oleh LPJK Sulsel.

Baca Juga: Ada Oknum Main Mata Izin Usaha Mini Market di Makassar?

“Seharusnya pengusutannya dituntaskan kok malah tak ada kabarnya sampai saat ini. Apabila benar pelaksana proyeknya menggunakan dokumen fiktif, maka patut dicurigai proyek ini syarat dengan tindak pidana korupsi,” jelas Farid.

Sebelumnya Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar juga menyatakan resmi menerima laporan dari PT Graha Prima Adidaya, rekanan pemenang tender proyek pengadaan pipa SPAM Moncongloe, Kabupaten Maros tersebut.

Dalam laporan tersebut, PT Graha Prima Adidaya melaporkan asosiasinya, Gapkaindo Makassar ke Polrestabes Makassar. Gapkaindo merupakan Gabungan Perusahaan Kontraktor Air Indonesia dituding sebagai pihak yang membuatkan sertifikat palsu kepada anggota asosiasinya, PT Graha Prima Adidaya untuk memenangkan proyek pengadaan Pipa SPAM Moncongloe.(**)

Baca Juga: Kasus Korupsi Gernas Belopa Ompong, Pukat Sulsel Ancam Lapor ke Kejaksaan Agung RI