Oknum Legislator DPRD Sulsel Bantah Berbuat Zinah

13 Maret 2017 20:43
Anggota DPRD Provinsi Sulsel dari Komisi B, Hasimaruddin

MAKASSAR, INIKATA.com – Pasca dilaporkan ke pihak berwajib perihal kasus delik aduan menikah siri tanpa persetujuan oleh istri sahnya Hj PBP (53) tahun, Anggota DPRD Provinsi Sulsel dari Komisi B, Hasimaruddin melakukan klarifikasi.

Menurutnya persoalan yang menjerat dirinya ini sudah dua kali putus dipengadilan agama, terakhir pada oktober lalu, dimana pada tingkatan banding, substansi bandingnya di pengadilan tinggi adalah perkara harta gono-gini, sehingga hakim menolak sebab mantan istrinya tersebut telah menguasai sejumlah aset dan masih menerima nafkah sebesar Rp 5 juta.

“Itu tidak benar.Dalam kasus ini pengadilan menganggap memori bandingnya tidak substansial, apalagi memang mantan istri saya itu sudah menerima harta berupa ruko dan uang Rp 5 juta,”

Sebelumnya melalui kuasa hukumnya Ratna Kahali dari LBH Makassar, mengaku telah melakukan pelaporan di Polda Sulawesi Selatan. Ia mengaku pelaporan tersebut dilakukan karena kliennya  masih menjadi istri sah dari oknum anggota dewan berinisial H itu. Dengan tuduhan melakukan perzinahan, penelantaran rumah tangga, dan pelanggaran etik DPRD.

Menurutnya, berdasarkan pasal 34 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang pelaksanaan UU tentang perkawinan menyebut jika perceraian dianggap terjadi bagi yang beragama Islam terhitung sejak jatuhnya putusan pengadilan agama yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.

Baca Juga: Pria Lumpuh Ini Suruh Istri Nikahi Sahabatnya Lalu diajak Tinggal Serumah

“P masih istri sah dari H, Memang ada gugatan cerai dari H di pengadilan agama Belopa, tetapi pada saat terjadi pernikahan siri tersebut, sidang gugatan perceraian masih bergulir. Jadi belum ada keputusan incracht,” ujar Ratna

Tim kuasa hukum bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar dan LBH Apik juga turut melaporkan hal tersebut ke badan kehormatan DPRD Sulsel.

Sejak perceraian tersebut terjadi, Ratna menyebut kliennya sendiri kliennya sudah tidak diberikan nafkah. Menurutnya P saat ini masih berada di tanah suci untuk menjalankan ibada umrah.

“Nanti pasti akan kami pertemukan dengan media sekembalinya ke tanah air,” jelasnya.(**)

Baca Juga: Tolak Ajakan Berhubungan Badan, Seorang Istri Potong Kemaluan Suami