Kemegahan Kota Bantaeng dan “Kumuhnya” Obyek Wisata Sejarah Goa Batu Ejayya

13 Maret 2017 8:58
Objek wisata budaya Goa Batu Ejayya nampak kumuh jika dibandingkan kemegahan Kota Bantaeng. (Afri/inikata)

BANTAENG,INIKATA.com – Objek wisata budaya Goa Batu Ejayya nampak kumuh jika dibandingkan kemegahan Kota Bantaeng, padahal objek wisata ini terkenal di Bantaeng, namun perhatian pemerintah daerah termasuk pihak badan purbakala Provinsi Sulsel yang menjadikan bongkahan batu di objek wisata itu sebagai cagar budaya, menjadi kendala.

Obyek wisata budaya Goa Batu Ejayya menyimpan pesona alam yang indah, Batu raksasa tersebut akan nampak berwarna merah jika dilihat dari kejauhan, arti kata ejayya dalam bahasa indonesia ialah merah.

Kendala lainnya, jalan menuju kesana masih banyak yang perlu dibenahi diantaranya tanda-tanda arah tujuan, pintu gerbang dan beberapa fasilitas lainnya yang sudah rusak termasuk fasilitas jalan yang berukuran kecil.

Didalam Obyek wisata budaya goa batu ejayya juga terdapat sebuah telapak tangan manusia, akan tetapi saat ini, kondisi telapak tangan tersebut sudah mulai memudar lantaran tak adanya perhatian sama sekali.

Sebagian warga menganggap, telapak tangan tersebut adalah telapak orang pertama yang menginjakkan kakinya di Bantaeng. Pasalnya, bukit ini adalah rumah pertama orang Bantaeng di zaman purbakala.

Awalnya, di tempat ini juga banyak ditemukan sejumlah benda-benda purbakala, berupa kerang dan serpihan senjata. Hanya saja, benda-benda itu sudah diamankan oleh pihak purbakala.

Untuk mencapai puncak bukit ini, pengunjung harus melewati beberapa goa kecil. Sesekali, pengunjung juga akan mendaki dinding-dinding terjal bukit ini. Bau kelelawar juga kadang menyengat hidung.

Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih (LMPI) Sulsel Andi Nur Alim, meminta bupati bantaeng, Nurdin Abdullah memperhatikan obyek wisata budaya ini agar menjadi tujuan wisata yang aman dan nyaman.(***)