Pukat: Polda Wajib Dalami Semua Kegiatan Bimtek DPRD se-Sulsel

11 Maret 2017 15:29
Direktur Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi (Pukat) Sulsel, Farid Mamma

MAKASSAR, INIKATA.com – Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi (Pukat) Sulsel berharap Polda Sulsel mendalami dugaan korupsi pada kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) yang diadakan oleh hampir seluruh DPRD se-Sulsel.

Sebelumnya Direktorat Reskrimsus Polda Sulsel tengah menangani kasus dugaan korupsi pada kegiatan bintek yang dilaksanakan DPRD Enrekang tahun 2015-2016.

Diduga pada kegiatan yang menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Enrekang sebesar Rp 3,6 Miliar tersebut ditaksir terjadi kerugian negara akibat diduga kegiatan bintek yang dilakukan adalah kegiatam fiktif.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Dana Bimtek Rp3,6 M, Tipikor Polda Sulsel Polis Line Empat Ruangan

Olehnya itu, Direktur Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi (Pukat) Sulsel, Farid Mamma mengatakan, dugaan kegiatan Bintek fiktif di DPRD Enrekang sudah terkuak, harus dan semestinya Polda Sulsel wajib mendalami semua bintek DPRD se Sulsel.

“Ini harusnya jadi acuan untuk Polda mendalami semua kegiatan bintek di seluruh kantor DPRD yang ada di Sulsel,” kata Farid Mamma, Sabtu (11/3/2017).

Menurut dia, kegiatan bintek yang diadakan hampir seluruh DPRD se-Sulsel itu sebenarnya tidak perlu lagi. Karena kata Farid, hampir semua anggota dewan sebelum terpilih mengikuti bintek oleh masing-masing partainya.

“Jadi kegiatan bintek yang diadakan setelah menjadi anggota dewan tidak lagi menjadi kewajiban atau kasar tak penting karena mayoritas sebelumnya sudah mengikuti bintek di partainya,” terang Farid.

Baca Juga: Sidak Kapolda di Polres Sidrap Hanya 45 Menit

Kegiatan bintek selanjutnya setelah berstatus dewan itu lanjut Farid dapat disinyalir kuat hanya modus untuk bisa menguras APBD Kab/Kota masing-masing.

“Kan mubazir juga mengadakan kegiatan yang sudah diikuti. Masih lebih baik jika APBD dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara langsung,” ungkap Farid.(**)