Hakim Tuntut 14 Tahun Penjara Pembunuh Anggota FPI di Sidrap

9 Maret 2017 16:37
Ilustrasi Hukum

SIDRAP, INIKATA.com – Kasus pembunuhan salah seorang anggota front pembela Islam (FPI) di Kabupaten Sidrap, Andi Pangoriseng (50), membuat tiga orang terdakwa sebagai pelaku yang menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri (PN) Sidrap, Kamis (9/3/2017).

Ketiga terdakwa Baharuddin alias Bahar serta adik kandungnya, Anwar dituntut masing-masing 14 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sementara iparnya, La Juma dituntut 10 tahun penjara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sidrap, J Somanullang, melaluiKepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum), Kejari Sidrap, M Idil selaku JPU, menyebut perbuatan para terdakwa memenuhi unsur pelanggaran tindak pidana.

Baca Juga: Kasus Korupsi PDAM Sidrap Diekspose Kejari

Terdakwa Baharuddin, Anwar serta La Juma, kata Idil, dapat dibuktikan terlibat dalam pengeroyokan disertai penganiayaan yang mengakibatkan korban Andi Pangoriseng meninggal dunia.

Dalam kasus itu, para terdakwa dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 338, 370 serta 351 KUHPidana tentang pengeroyokan disertai penganiayaan yang menyebabkan nyawa seseorang meninggal dunia.

Terbunuhnya salah seorang FPI Sidrap itu, berawal dari pertemuan antara korban dan para pelaku di lapangan Merdeka, Desa Kalosi, Kecamatan Dua Pitue, Sidrap, 10 Desember 2016 silam.

Korban menghembuskan napas sesaat dilarikan ke Puskesmas Tanru Tudang karena mengalami sejumlah luka memar serta luka tusukan benda tajam oleh terdakwa.

Sidang yang dipimpin M Bintang, beranggotakan Andi Maulana dan Bahtiar itu, kembali akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan.

Sementara itu, kakak kandung korban, Andi Mannyi Cunde, berharap agar putusan majelis hakim nantinya tidak mengecewakan keluarga korban.

“Sebenarnya kami inginkan para terdakwa dihukum seumur hidup karena merencanakan pembunuhan adik saya,” ujar Mannyi. (**)

Baca Juga: Jaksa Nilai Putusan PN Sidrap Sangat Kontroversial