Berkas dan Pelakunya Akan ke Jaksa, Begini Pengakuan Korban Pembacokan Gowa

24 Februari 2017 14:17
Ilustrasi (foto:int)

MAKASSAR, INIKATA.com – Penyidik Polres Gowa yang berjanji akan melimpahkan berkas dan pelaku ke Pihak Jaksa Kejari Gowa, diketahui dalam kasus ini, Yahya Daeng Layu (33) yang merupakan anak dari mantan Kepala Dusun Bina Arung ditetapkan sebagai tersangka pembacokan terhadap korbannya, Mansyur.

Menurut korban, Mansyur, kasus pembacokan bermula ketika tersangka Yahya bersama saudaranya Hambali melakukan penyegelan kawat duri terhadap kantor Desa Beru Tallasa, karena tak terima pemberhentian orang tuanya sebagai Kepala Dusun pada 8 Juli 2016 sekitar pukul 20.00 WITA.

Mansyur yang mendengar adanya penyegelan kantor desa lalu melaporkan kejadian itu ke Kapolsek Biring Bulu AKP Made.

Namun melalui sambungan telepon selulernya, Kapolsek mengatakan sedang berada di kota dan menyuruh korban kembali ke kantor desa.

Di tengah perjalanan korban dihadang pelaku yang memegang parang, saat ditahan saudara pelaku Hambali memegang tangan korban, dan ketika turun dari sepeda motor pelaku langsung membacok korban.

Rekan korban yang berboncengan juga dipukuli, dan usai melampiaskan kemarahan pelaku bersama tiga orang lainnya kabur meninggalkan korban yang terluka parah pada bagian kepalanya.

Baca juga: Catat! Hari Ini Penyidik Polres Gowa Serahkan Pelaku Pembacokan ke Jaksa

Korban masih sempat mencari kerabatnya di lokasi kejadian dan bersama-sama melaporkan ke kantor polisi setempat, meski dalam keadaan luka parah dan darah masih berceceran di tubuhnya.

“Pelaku lebih dari satu orang, dan sudah saya terangkan kejadian tersebut di depan penyidik dulu, tetapi penyidik seakan berat sebelah terhadap kasus ini, jelas-jelas kejahatan itu direncanakan,” terang Mansyur.

Baca juga: Pelaku Pembacokan di Gowa Bebas Berkeliaran

Atas tindakan penyidik yang dinilai merugikan itu, kata Mansyur, ia bersama keluarganya resmi melaporkan penyidik Reskrim Polres Gowa ke Itwasda dan Propam Polda Sulsel, dan meminta pihak Polda Sulsel melakukan penyelidikan ulang. (***)