Begini Peran Adam Jaya Dalam Kasus DID Lutra Yang Melibatkan Bupati Indah Putri Indriani

22 Februari 2017 18:20
Adam mengenakan baju abu-abu dalam Sidang kasus DID Lutra di PN Makassar,

MAKASSAR, INIKATA.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan salah satu warga Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan sebagai Justice Callaborator (JC) kembali bernyanyi tentang peran Adam Jaya dalam kasus dugaan korupsi yang disuga melibatkan peran Bupati Lutra, Indah Putri Indriani.

RY kini sebagai Justice Callaborator (JC) mengatakan, keterlibatan seorang staf inspektorat Pemkab Lutra, Adam Jaya dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana intensif daerah (DID) Kab. Luwu Utara (Lutra) yang menggunakan anggaran APBN senilai Rp 24 miliar tersebut.

Diketahui, peran Adam Jaya kala itu sangatlah strategis dalam pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan menggunakan Dana Insentif Daerah (DID) sumber APBN Tahun 2011 untuk bidang pendidikan Pemkab Kab. Lutra periode 2011 – 2012.

“Adam sejak awal mengerjakan seluruh isi perencanaan kebutuhan Dispora Lutra hingga sesuai pesanan dari Distributor dari Jakarta sekaligus pelaksana penyedia barang senilai total 18 Miliar yang dikemas dalam 4 Paket pengadaan barang bertaraf peningkatan mutu berbasis sains dan virtual,” kata RY kepada IniKata.com, Rabu (22/2/2017).

Kendati demikian, dalam kasus dugaan korupsi tersebut yang melibatkan nama Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Adam Jaya adalah utusan Indah Putri yang duluhnya menjabat selaku Wakil Bupati Luwu Utara.

“Adam merupakan utusan Wakil Bupati, Indah saat itu yang diberi tanggung jawab langsung mengawal dan mendampingi Kuasa Pengguna Anggaran Dana DID ,” RY menjelaskan.

Dengan berjalannya waktu kegiatan kala itu, lanjut RY, Adam mendapat kepercayaan dari mitra bisnis Investor dalam hal ini Distributor Alat Peraga Pendidikan bertaraf DAK yakni PT. Triguna Cipta Selaras Jakarta yang dipimpin oleh Doddy Satrio Laksono di bantu staf Jimi Piza, Richard, Wahyu Ha Ka, serta Iwan (adik kandung Doddy).

Adam juga telah membantu mendapatkan jatah dana dari Kemenkeu Direktorat Perimbangan yang disebut DID selain mengandalkan rekomendasi predikat status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dibidang Keuangan dari BPK perwakilan Sulsel.

“Adam dipercayakan mengurus semuanya atas kesepakatan Wabup Lutra, Indah dengan Doddy Satrio sebagai perencana kegiatan DID mendampingi Kuasa Pengguna anggaran (KPA) sekaligus pembimbing untuk distributor,” terang dia (RY) Justice Callaborator.

RY mengakui dari awal hal itu tidak diketahui oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Andi Sariming namun sedikitnya diketahui oleh PPTK, Agung.

Kesepakatan untuk mempercayakan seluruh perencanaan kegiatan DID ke Adam setelah melalui rapat koordinasi yang diselenggarakan di kediaman pribadi Wabup, Indah di daerah Kemuning Dalam Pejaten Jakarta. Dimana turut hadir Doddy Satrio dan suami Wabup indah, Ahmad Fauzi serta disaksikan oleh staf Pemda Lutra, Andi Radjalangi.

Baca juga: Sidang Kasus Korupsi DID Lutra, Tiga Saksi dan Dua Terdakwa Beda Pendapat

“Saya juga turut disana menyaksikan pertemuan kesepakatan menunjuk Adam merancang semua kegiatan DID, Jadi semua didesain. mengingat peran Adam sangat dirahasiakan. sesuai arahan Ibu Wabup, Indah dan Doddy Satrio,” tambahnya.

Dalam proses kegiatan DID Lutra secara formal sangat menonjol peran Adam Jaya salah satunya dalam membangun komunikasi antara Dispora Lutra dengan Unit Layanan Pengadaan (ULP) dibagian Pokja II LPSE (Lembaga Pengadaan Secara Elektronik).

Baca juga: Kasus DID Lutra, JPU Diminta Hadirkan Saksi Lain

“Contoh kegiatan yang tergolong strategis, Adam Jaya selalu ada memimpin mengatur dokumen dan hubungan antara administrasi Dispora dengan administrasi Distributor sampai administrasi LPSE mencapai layak ditenderkan,”kata RY.(**)