Kasus Pencucian Uang Ahmad Lusi Tunggu Putusan MA

15 Februari 2017 16:36
Ilustrasi (foto/int)

SIDRAP, INIKATA.com – Kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) atau money loundry terdakwa kasus investasi bodong, Ahmad Lusi memasuki babak baru.

Saat ini, polisi telah merampungkan berkas perkara TPPU milik terdakwa dan siap dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidrap.

Kapolres Sidrap, AKBP M Anggi Naulifar Siregar, melalui Kaurbin Ops Satreskrim Polres Sidrap, IPDA Abdul Samad, yang dihubungi di kantornya, Rabu (15/2/2017) mengatakan, pihaknya sisa menunggu putusan Mahkamah Agung (MA) untuk melanjutkan kasus TPPU terdakwa.

“Kalau putusannya turun dari MA dan hasilnya menguatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT), kasus TPPU nya langsung diproses,” ujar Samad.

Kata dia, sambil menunggu putusan dari MA atas upaya kasasi yang ditempuh terdakwa, pihaknya segera menyerahkan berkas perkara TPPU terdakwa ke kejaksaan negeri (Kejari) Sidrap.

Baca Juga: Isteri Ahmad Lusi Terancam Dijemput Paksa Terkait Pencucian Uang

“Sambil menunggu putusan kasasinya, tidak apa-apa berkasnya diajukan dulu ke kejaksaan untuk diteliti jaksa,” kata Samad.

Sementara itu, Kasipidum Kejari Sidrap, Idil mengatakan, untuk menjerat terdakwa dengan kasus pencurian uang (TPPU), harus menunggu putusan kasasi dari MA.

Menurutnya, penerapan pencucian uang, juga harus ada alat bukti yang cukup, terutama terkait asal usul harta kekayaan terdakwa.

“Kita lihat dulu, bagaimana status asal usul enam unit mobil serta harta lainnya milik terdakwa yang selama ini diamankan penyidik,” ujar Idil.

Terpisah, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Sidrap, Mansur, upaya kasasi yang diajukan terdakwa, pihak MA memastikan permohonan terdakwa diterima.

Namun demikian, kata Mansur, sejauh ini belum ada putusan MA yang turun, “Yang kita terima baru penahanan pertama terdakwa selama 50 hari, menyusul penahanan kedua 60 hari,” ujar Mansur. (**)

Baca Juga: Polisi Pastikan Ahmad Lusi Dijerat Undang-Undang TPPU