Tubuh Nelayan Pangkep Terburai Akibat Bom Ikan Meledak di Tangannya

9 Februari 2017 10:26
Jenazah nelayan di Pangkep yang hancur terburai akibat bom ikan yang meledak di tangannya.

PANGKEP, INIKATA.com – Seorang Nelayan bernama Nasir (40) tahun, warga Pulau Karanrang, Desa Mattiro Bulu, Kecamatan Liukang Tupabiring Utara, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan tewas di tempat usai terkena bom ikan yang hendak dia gunakan menangkap ikan, pada Rabu (8/2/2017).

Kejadian nahas ini bermula saat Nasir beserta beberapa anak buah kapalnya, Awal dan Ancu, sekitar pukul 06.00 Wita, berangkat menuju perairan Pulau Jangang-jangangan dengan menggunakan perahu Jolloro miliknya.

Saat tiba di lokasi perairan pulau jangang jangang, korban Nasir menurunkan kotak gabus dari perahu Jolloro yang berisikan bahan peledak jenis bom ikan yang sebelumnya sudah diracik dan telah dimasukkan ke dalam botol. Saat Nasir mulai membakar sumbu pada bom ikan tersebut, bom itu justru meledak di tangannya yang menyebabkan dirinya twas ditempat.

Akibat dari kejadian nahas ini tubuh korban hancur berkeping keping, Sebagian dari anggota tubuhnya seperti kaki dan beberapa anggota tubuh lain bahkan terlepas dan terpisah akibat bom dengan volume ledakan yang tinggi

“Korban meninggal di tempat saat menyalakan bom di perairan antara Pulau Samatellu Lompo dan Pulau Jangang-jangangan,” ujar Babinkamtibmas Pulau Karanrang, Bripka Harmoko, Rabu (8/2/17) malam.

Korban kemudian dibawa oleh anak buah kapal menuju kediamannya dan tiba sekitar pukul 20.00 Wita. Dari informasi yang diperoleh, korban meninggalkan seorang istri yang sedang hamil dua bulan beserta tiga orang anaknya. Istri korban pun telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi pada mayat suaminya. (**)