Kisah Tragis “Pria Nikahi Jenazah”Berlatar Belakang Uang Panaik dan Restu

6 Februari 2017 21:32
Erni semasa hidup(Foto Facebook )

BARRU, INIKATA.com— Kisah tragis seorang pria yang menikahi jenazah kekasihnya di Kabupaten Barru sontak menjadi buah bibir, namun tak banyak yang mengetahui penyebab dari Erni nekat menghabisi nyawanya.

Andi Bento seorang keluarga Erni membeberkan kepada Inikata.com Senin (6/2/2017), sikap Erni yang nekat menghabisi nyawanya lantaran tak ada restu dari Ayahnya, hal ini dianggap menjadi beban bagi Erni, hingga menjalani sisa hidupnya dalam tekanan.

Selain restu dari Ayah, Bento juga mengaku, Ahmad Haidir alias Edy, kekasih Erni awalnya hanya menyanggupi Rp 20 Juta dari Rp 40 Juta uang mahar (Panaik) yang merupakan permintaan keluarga erni.

“Kemarin kan pacarnya datang melamar, tapi nda direstuiki sama pacenya itu perempuan (Erni,red), apalagi juga orang tuanya perempuan minta uang panaiknya 40, tapi laki laki (Edy,red) hanya sanggupnya 20 ji kasian,”beber Andi Bento.

“Tapi mungkin Erny sudah prustasi juga lihat orang tuanya jadi dia minum racun,”sambungnya.

Baca juga: Menikahi Jenazah, Ketua Dai Muda Bulukumba: Haram!

Sebelumnya, kedua pasangan ini, Edy dan Erni berjumpa di Kota Pare Pare, saat itu keduanya melangsungkan hubungan spesial, hingga akhirnya berniat menikah, namun terhalang karena perbedaan Agama, akan tetapi Edy nekat menanggalkan Agamanya dan mengikuti agama Erni untuk melangsung niatannya itu.

Tiba tiba, pada 2 Februari lalu, Erni menelfon Edy dan menyatakan akan meminum racun, saat itu Edy langsung menghubungi Watti, ibu kandung Erni untuk mengatakan hal itu, Watti lalu bergegas melihat anaknya, sementara Edy memacu sepeda motornya dari Enrekang ke Barru.

Baca juga: Pria Ini Nikahi Jenazah Pacar Tercinta

Nahas, Erni terlanjur meminum racun rumput, Edy sempat melihat Erni saat masih menjalani masa krisis hingga Erni dinyatakan meninggal, saat Erni meninggal itulah, Edy disuruh melupakan Erni, namun Edy tetap ngotot akan menikahi jenazah Erni, pernikahan Edy dan Jenazah Erny lalu dilangsungkan walau rasa haru, suara tangisan, seakan menjadi saksi pernikahan itu.