Nelayan Ditemukan Tenggelam Saat Melaut

5 Februari 2017 11:57
Ilustrasi (foto: int)

PANGKEP,INIKATA.com – Seorang nelayan bernama Pandeng (57th) ditemukan tak bernyawa di perairan Bawasalo, Kelurahan Bawasalo, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkajenne dan Kepulauan (Pangkep), Sabtu malam sekitar pukul 22:26 WITA.

Korban tersebut ditemukan tenggelam 20 meter dari bibir pantai dalam keadaan sudah tak bernyawa dengan posisi tengkurap menghadap ke bawah dan terjepit pada bambu penahan jaring miliknya.

Korban meninggalkan rumah pada Sabtu pagi (4/2/2017) dengan menggunakan perahu sampan untuk melihat jaring penangkap ikan yang dipasang di pesisir pantai Kampung Lepe’e, Kelurahan Bawasalo, Kecamatan Segeri Pangkep.

Namun pada pukul 19:00 WITA warga bernama arifin (sesama nelayan) menemukan sampan korban di pesisir kampung lepe’e tanpa melihat korban di sekitar, tak berfikir panjang Arifin langsung menghubungi keluarga korban dan meminta masyarakat sekitar untuk membantu mencari korban.

Masyarakat sekitar pun dibantu Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pangkep (BPBD) dan aparat polsek segeri melakukan pencarian di pesisir pantai kampung lepe’e kelurahan bawasalo Kecamatan Segeri, pencarian dilakukan pada saat air laut pasang.

Lalu sekitar pukul 21: 30 WITA akhirnya korban ditemukan 20 meter dari bibir pantai oleh salah seorang warga bernama Zainal yang ikut mencari.

Sementara itu, Plt Kepala BPBD Herman saat dikonfirmasi menuturkan jika ia mendapat info dari keluarga soal hilangnya korban sejak Sabtu pagi.

” disaat itu juga saya bersama tim turun ke lokasi kejadian bersama warga untuk melakukan pencarian di sekitar tempat sampan korban ditemukan,” ujarnya.

“Kemungkinan dia terkena ombak saat melaut karena sekarang cuaca kurang bersahabat dan ombak juga cukup tinggi, sementara posisi korban berada di pinggir laut yang cukup dalam untuk memasang jaring ikannya tersebut,” tambahnya.

Pihak dari keluarga menolak untuk diotopsi, sekira pukul 23:00 Wita keluarga lalu membawa jenazah korban ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan. (***)