Pelaku Curat Tewas, Keluarga Katakan Ada Keganjalan

3 Februari 2017 13:27
Yopi Devi Patanan alias Yopi (24) pelaku curat saat menjalani perawatan di RS Mitra Husada. (Foto:ist)

MAKASSAR,INIKATA.com – Pihak keluarga Yopi Devi Patanan alias Yopi (24) merasa ada keganjalan dengan proses hukum yang dilakukan Kepolisian.

Menurut ibu kandung Yopi, Novia Mirsa mengatakan, pihaknya meminta keadilan proses hukum dilaksanakan. Bahkan ia juga tidak mengetahui soal kasus Yopi selaku penggunaan narkoba.

“Kami rasa ada yang ganjal dengan kematian Yopi,” kata Novia Mirsa, Kamis malam (2/2/2017).

Dikabarkan Yopi Devi Patanan alias Yopi (24), menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Mitra Husada, Kamis (2/2/2017) sore.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Yopi sempat dirawat di RS Bhayangkara Makassar, usai diamuk massa di Jalan Sukaria. Setelah keluar dari rumah sakit kondisi Yopi drop dan kembali dirawat.

Sementara itu, Kapolsek Panakukang Komisaris Polisi Dodik menjelaskan, pihaknya sewaktu itu hanya melakukan penyelamatan terhadap Yopi dari amukan massa di daerah Sukaria pinggir kanal.

“Kami hanya menyelamatkan pelaku dari amukan massa karena jambret. Saat dilakukan pemeriksaan awal, yang bersangkutan mengakui perbuatannya di 21 TKP,” kata Kompol Dodik kepada IniKata.com saat dikonfirmasi, Jumat (3/2/2017).

Kapolsek Panakukang menjelaskan, setelah Yopi berhasil diamankan oleh anggota, kemudian diamankan di Polsek Panakukang, pihaknya langsung melakukan introgasi dan pengembangan kasus.

“Sehari setelah diamankan, anggota akan melakukan pengembangan. Tapi baru saja akan dibawa, dia jatuh. Anggota langsung membawa ke rumah sakit untuk dirawat dan langsung diinfus oleh dokter,” jelasnya.

Setelah Yopi dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar, Dodik menambahkan, disaat bersangkutan berada di rumah sakit, sedikit ada keributan bahkan pihak keluarga meminta untuk Yopi dipindahkan.

“Permintaan keluarga kami turuti, karena anggota bisa mengatasi keributan itu,” tandasnya lagi.

Baca Juga: Dua “Garong” Tewas Diterjang Pelor Polisi

Menurut Dodik, dokter juga sudah punya rekam medik soal kondisi Yopi sebelum drop. Selain Dodik, polisi juga sudah mengamankan penadahnya. Dia adalah Asri, warga Jalan Malengkeri. Pengakuan Asri, sudah dua kali membeli barang hasil curian Yopi.

“Ada laptop Acer yang saya beli 400 ribu dan hp Asus 550 ribu. Tapi saya tidak tahu dari mana itu barang. Dia datang minta agar saya beli karena butuh uang,” aku Asri.

Informasi berhasil dihimpun, warga perumahan BTP ini adalah spesialis pelaku pencurian dengan pemberatan atau curat. Polisi mencatat, Yopi sudah 21 kali beraksi di beberapa tempat.

Berikut lokasi Yopi beraksi berdasarkan catatan polisi

– Jalan Abdul Dg Sirua 2 lorong pada bulan Januari 2017
– Jalan Suka maju 6 pada bulan Januari 2017
– Jalan Sukaria 8 pada bulan Januari 2017
– Jalan Sukaria 8 pada bulan Agustus 2016
– Jalan Pettarani 7 pada bulan Desember 2016
– Kantor BPJS Jalan Pettarani pada April 2016
– Jalan Abd dg Sirua lorong 5 bulan Oktober 2015
– Jalan Abd dg Sirua lorong 5 bulan Januari 2017
– Jalan sukaria 8 pada bulan Oktober 2016
– Jalan Sukaria 11 pada bulan November 2016
– Jalan Sukaria 11 pada bulan November 2016
– Jalan Sukaria 5 seminggu lalu
– Jalan Rapocini lorong 3 pada bulan April 2016
– Jalan Racing Center pada bulan Desember 2016
– BTP (dekat polsek tamalanrea)
– BTP dekat warkop Phoenam
– Jalan BUMN
– Jalan BUMN pada bulan Januari 2017
– Jalan Tamamaung pada bulan Agustus 2016
– Jalan Sukamaju 5 pada bulan Januari 2017
– Tamaumaung pada bulan Januari 2017.

Baca Juga: Akhir Persembunyian DPO Curat, Son Masuk Penjara