Ironis, Plt BPBD Sibuk Urus HUT Pangkep Disaat Darurat Bencana

2 Februari 2017 17:45
warga korban banjir di kampung baru kelurahan teko la'bua kec. Pangkajenne kab. pangkep

PANGKEP, INIKATA.com — Kabupaten Pangkep kembali berduka, untuk kesekian kalinya ditempat yang sama, sebanyak 10 rumah kembali di porak – porandakan angin puting beliung, di wilayah bonto bonto Kecamatan Ma’rang Pangkep, (02/2) Puting beliung tersebut menambah derita warga, dimana, tanggal 12 Januari lalu, puting beliung juga menerjang wilayah tersebut, dengan merusak 143 rumah.

Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak kecamatan Ma’rang, dari 10 rumah yang diterjang angin kamis pagi, sebanyak 6 rumah rusak ringan, dan 4 lainnya rusak berat.

“Belum selesai rumah rusak yang kemarin terkena angin, kini hancur lagi dihantam angin”. Ujar Abbas Hasan, Kepala kecamatan Ma’rang.

Menurut seorang warga yang bernama Irfan, Puting beliung ini terjadi pada kamis dini hari sekitar pukul 05.00 pagi, saat sebagian masyarakat masih tertidur.

“Untungya saja tak ada korban jiwa, karena kejadian masih pagi buta”, ujar Irfan.

Tidak hanya angin puting beliung di kelurahan bonto bonto, 4 kecamatan di kabupaten Pangkep, yakni kecamatan Ma’rang, Segeri, Mandalle, dan Pangkajenne juga dikepung banjir.

Pelaksana tugas kepala BPBD Pangkep, Herman, yang dikonfirmasi lewat telepon selularnya mengaku, saat ini masih melakukan pendataan, terkait jumlah pasti korban bencana tersebut.

Baca juga: 2020 Pangkep Target Jadi Pusat Destinasi Wisata Bahari

“Jadi saat ini pihak kami masih mendata di lapangan, untuk melakukan penanganan awal”, singkat Herman yang saat dihubungi mengaku berada di Pulau Camba Cambang, mengurus persiapan hari jadi Pangkep.

Dari 4 kecamatan Pangkep yang diterjang banjir, tercatat 253 rumah ikut terendam dan khusus di kecamatan Pangkajenne merupakan dampak dari meluapnya air sungai pangkajenne, sementara di kecamatan Segeri, Mandalle dan Ma’rang, banjir yang melanda akibat tingginya curah hujan 2 hari terakhir.

Baca juga: Pangkep Akan Bangun Jaringan Komunikasi di Dua Pulau Terluarnya

Dalam kurun 1 bulan terakhir, kabupaten Pangkep jadi langganan bencana, baik banjir dan angin puting beliung, termasuk selasa 31/01 lalu, dimana angin puting beliung merusak.19 rumah dan 1 sekolah di Pulau Badi, Kecamatan Liukang Tupabbiring.(**)