Membandel, Sejumlah Pelajar di Pangkep Terjaring Razia Satpol PP

24 Januari 2017 14:48
Puluhan pelajar SMA / SMK terjaring razia saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangkep sedang patroli. (foto:ist)

PANGKEP,INIKATA.com – Puluhan pelajar SMA / SMK terjaring razia saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangkep sedang patroli, beberapa siswa terjaring saat bermain game online dan bermain kartu domino di salah satu warung internet yang terletak di Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Selasa (24/1/17).

Kali ini, sebanyak 22 pelajar SMA/SMK, dari berbagai sekolah di Pangkep digiring ke Kantor Satpol Polisi pamongpraja Pangkep guna dilakukan pendataan. Diamankannya sejumlah pelajar tersebut dikarenakan sedang jam belajar sekolah.

Syahruni Komandan Regu Satpol PP Pangkep yang memimpin patroli saat itu bertutur, jika razia ini guna untuk menertibkan dan mendisplinkan pelajar yang sering membolos/membandel.

” Kita patroli setiap saat. Sebenarnya bukan hanya pelajar yang menjadi sasaran razia, tapi juga PNS yang tidak mematuhi kedisplinan jam kantor, dan itu sesuai intruksi pimpinan,”ujar Syahruni ditemui di ruangannya.

Baca Juga: Dinkes Pangkep Beri Kebijakan, Ambulans Tua Khusus Angkut Jenazah

Sepekan ini, lanjutnya, Satpol PP Pangkep, telah merazia pelajar sebanyak 40 dengan kasus yang sama dan orang yang berbeda. ” Kita sudah tau titik berkumpulnya pelajar yang bolos sekolah makanya, setelah Apel pagi di kantor, anggota kami langsung bergerak ke titik- titik itu, untuk meminimalisir adanya pelajar yang bolos di tempat itu, cuma biasanya memang, pelajar itu juga lihai karena pada saat melihat kita dia lari,”lanjutnya.

Sementara itu, Sekertaris Satpol PP Pangkep, Ratna Ningsi saat ditemui, menyampaikan upaya dan tujuan diadakannya razia ini, guna mendorong kebaikan bagi pelajar itu sendiri.

” Yang kita lakukan itu kan sebagai penyadar, dan memberikan efek jera kepada setiap pelajar yang membandel disaat jam sekolah. Kasihan orang tua mereka kerja keras demi membiayai sekolah anaknya namun anaknya malah seperti itu, membolos gak jelas di warnet cuman menghabiskan waktu dan uang jajannya saja,”tutupnya. (**)

Baca Juga: PGRI Pangkep Dukung Penghapusan UN