Proses Penangkapan Terhadap Rudy Melanggar Prosudural dan Melanggar HAM

23 Januari 2017 19:13
Sutarmin Yaman SH, Pengacara Rudy Rahman

MAKASSAR, INIKATA.com – Proses penangkapan terhadap Rudy Rahman (26), warga Jalan Kerung-kerung, Kecamatan Makassar, Jumat (20/1/2017) lalu. Dianggap melanggar prosuderal dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Sebelumnya diberitakan, Rudy alias Mister diduga korban salah tangkap. Selain itu Rudy juga korban penganiayaan, ia juga diduga ditembak oleh oknum anggota Kepolisian pada bagian paha kiri tepatnya di Anjungan Pantai Losari.

Sutarmin Yaman SH, Pengacara Rudy Rahman mengatakan, penangkapan terhadap kliennya itu telah melanggar prosudural. Ia juga menegaskan bahwa apa yang di lakukan oleh pihak Kepolisian telah melanggar HAM.

Selain itu terkait Masalah penangkapan atau penggeledakan sudah di jelaskan dalam KUHP bahwa setiap orang yang di tangkap, di geledah harus sesuai prosedur hukum, minimal ada surat tembusan atau penyampaian untuk penangkapan terhadap pelaku.

Baca Juga: Keluarga Pelaku Narkoba Tak Terima Anaknya Dianiya Polisi

Hal ini sangat mengganjal, kata Sutarmin. Sebab pelaku di tangkap pada Jumat tanggal 20 Januari 2016, akan tetapi surat pemberitahuan penangkapannya baru masuk tanggal 22 Januari 2017 kemarin.

“Pihak keluarga korban tidak begitu persoalkan anaknya jika memang bersalah. Biarkan di proses oleh hukum. tapi pihak keluarga keberatan kalau anaknya langsung di tembak baru belum ada barang bukti yang kuat, dia langsung di tembak seperti teroris,” kata Sutarmin Yaman kepada IniKata.com. Senin (23/1/2017).

Ia meminta pihak kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, agar pelaku oknum polisi telah melakukan tindak pidana segera diproses. “Pelakunya harus di proses sesuai Hukum, ini tidak boleh di biarkan,” tegas dia.

Rudy Rahman alias Mister (26) merupakan anak pensiunan RRI Sulawesi Selatan Rahman Tahir. Ia di duga sebagai penyedar Narkoba hingga di jadikan sebagai DPO.(**)

Baca Juga: Oknum Polisi Terlibat Kasus Pencurian Mobil Milik Atasannya