Ini yang Dilakukan Saleh Sebelum Menjadi Tersangka Pembunuh Rafika

20 Januari 2017 13:45
Pelaku pembunuhan sadis di Perumahan Yusuf Bauty, Saleh (38) dikenakan pasal curas atau pasal begal yakni 365 pasal 3 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (Foto:Ist)

MAKASSAR,INIKATA.com – Saleh (38), pembunuh sadis itu nampak kebingungan setelah menghabisi nyawa Rafika Hasanuddin (22). Dia terlihat termenung di kamar depan rumah Rafika, saat Rafika telah tergeletak bersimbah darah tak bernyawa, di Perumahan Yusuf Bauty, Jalan Yusuf Bauty, Manggarupi, Kabupaten Gowa.

Malam itu, tanggal 14 Januari, sekitar pukul 22.00, dia baru saja mencuci pisau yang digunakannya untuk membunuh di sebuah westafel di dapur rumah tersebut, usai menaruh benda itu di belakang rumah Rafika, tak lama dia keluar mematikan lampu dan berlalu ke sebuah tempat duduk (bale bale), di dekat pos tempatnya biasa berjaga.

Di atas bale- bale itu dia termenung, sesekali melirik sana sani dengan wajah yang bingung, walau berusaha kuat melupakan peristiwa tragis itu, asap rokok lalu disembulnya, sembari kembali berdiri dan melihat darah yang melekat di bajunya.

Rokoknya pun ditaruh, bajunya lalu dia buka dan disimpannya di lemari tempat dimana dia menyimpan bajunya di dalam pos jaga, Saleh lalu kembali terduduk dalam khayalan dan kecemasan, rasa sesal dan takut menjadi teman tidurnya di hari Minggu (15/1/2017), hingga terbangun di sore hari, dan kembali berfikir tentang bagaimana dia bersikap agar tak ketahuan.

“Setelah kejadian tersebut pelaku duduk dan merenung di kamar belakang kemudian pelaku keluar dan memadamkan lampu rumah pada sakelar lampu luar,”kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani kepada Inikata.com.

” Lalu pelaku kembali ke Pos Jaga kemudian pelaku duduk di tempat duduk (bale bale ) dekat pos, kemudian pelaku membuka bajunya yang ada bercak darah dan disatukan dengan baju milik pelaku yang tertumpuk di lantai pos satpam lalu pelaku duduk kembali ke tempat duduk ( bale bale),”sambungnya.

Baca Juga: Ini Pengakuan Saleh Hingga Tega Habisi Nyawa Rafika

Tepat di hari Senin penemuan mayat Rafika, rasa takut kian menghantui khayalannya, hingga dia berusaha agar dirinya terhindar dari jeratan hukum, di hari inilah dia berpura- pura menemukan Jenazah Rafika dan mengabarkannya kepada warga dan Kepolisian.

Tepatnya, malam hari, saat Jenazah Rafika dibawa ke RS Bhayangkara, dan Polisi telah usai memberi police line dan olah TKP, rasa cemas itu menghantuinya, ponsel yang dia curi dari Rafika lalu dibuangnya ke selokan tepat di samping rumah Rafika.

Keesokan harinya (17/1/2016), Polisi kembali mendatangi lokasi, dan kembali melakukan olah TKP, di hari inilah Handphone itu ditemukan, Saleh nampak pucat kala itu, apalagi saat badiknya ditemukan, namun dia masih saja membentengi diri dengan kronologis yang dibuatnya sendiri.

Alhasil, Polisi mengamankan Saleh di waktu itu, dia pun dibawa ke Mapolres Gowa untuk diperiksa, di malam hari, kala penulis melihatnya di Posko Resmob, di sudut kanan belakang Polres Gowa dia kedatangan banyak rekan, dan menjelaskan kejadian nahaas itu, namun dia mengaku hanya sebatas menemukan jenazah.

Hingga tepat, malam kemarin (19/1/2017) Saleh dinyatakan sebagai tersangka, sebagai pertanda berakhirnya perjalanan pembunuhan misterius yang dilakukan oleh Saleh sendiri. Saleh nampak tegang, di wajahnya penuh bayangan dosa saat dia dibawa ke lokasi pembunuhan dan mempergakan caranya menghabisi nyawa Rafika. (***)

Baca Juga: Pembunuhan Sadis, Saleh Dikenakan Pasal Begal, Maksimal 15 Tahun Penjara