Pengembang Perumahan Harus Miliki Aturan Ketat dalam Perekrutan Satpam

20 Januari 2017 12:03
Pihak kepolisian saat melakukan olah TKP di perumahan tempat lokasi pembunuhan. (Foto: Faisal Hamdan/Inikata

MAKASSAR, INIKATA.com – Kasus pembunuhan yang terjadi di Perumahan Yusuf Bauty Gowa, yang dialami oleh Rafika, alumni mahasiswi UIT Makassar yang dilakukan oleh oknum sekuriti/satpam seakan menjadi pelajaran bagi pengembang-pengembang perumahan yang ada di Provinsi Sulsel.

Dengan begitu, DPD REI Provinsi Sulsel meminta agar pengembang memperhatikan metode perekrutan satpam.

Baca Juga: REI: Perumahan Kecil Masih Banyak yang Tak Perhatikan Perekrutan Satpam

Ketua DPD REI Sulsel, Arif Mone menegaskan, seharusnya pengembang mempunyai aturan yang ketat dalam perekrutan satpam.

“Itu agar kejadian pembunuhan di perumahan di Yusuf Bauty Gowa tidak terjadi lagi,” kata Arif Mone.

Arif juga menyayangkan aturan perekrutan satpam yang harus melalui pelatihan itu tidak berjalan. “Kalau pengembang besar yang modalnya banyak, sudah memperhatikan itu. tapi pengembang-pengembang kecil semua lebih memerhatikan budgetnya,” akunya. (**)

Baca Juga: Berkaca dari Kasus Rafika, REI Minta Pengembang Perhatikan Standar Perekrutan Satpam