Penggunaan ‘Gas Melon’ Melonjak di Sidrap

13 Januari 2017 17:55
Sekda Sidrap, Ruslan.

SIDRAP, INIKATA.com – Penggunaan Liquified Petroleum Gas (LPG) Isi 3 Kg melonjak di sejumlah wilayah di daerah ini, khususnya dalam waktu tiga minggu terakhir ini akibat terjadinya peningkatan kebutuhan masyarakat.

Seperti yang dikatakan Ramli, warga Kecamatan Maritengngae, Jumat (13/1/2017) sudah tiga minggu ini berkeliling kesejumlah pangkalan dan pengecer mencari Gas Elpiji 3 Kg, namun tetap sulit menemukan.

Sementara itu, Ardi, salah seorang penjual gas di Pangkajene, Sidrap, mengatakan, dua minggu terakhir ini, pangkalan kami kosong, dan sudah berusaha menghubungi agen gas, tapi sampai sekarang belum diantarkan,”keluh Ardi.

“Sebelumnya, dulu kami selalu diantarkan 100 buah gas elpiji isi 3 kg, namun belakangan ini bila pesan 100 buah cuma 50 yg diantarkan sedangkan kebutuhan warga sekitar tempat kami kalau cuma 100 buah palingan 3 hari sudah habis lagi,”katanya.

Sekda Sidrap, Ruslan, mengatakan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg terjadi dibeberapa wilayah di Kabupaten Sidrap dalam kurun waktu 2 minggu terakhir ini. Penyebabnya, karena terjadinya alih fungsi dari Bensin sebagai bahan bakar penyedot air (Pompa Air) pada sawah tadah hujan ke Gas Elpiji dan Peternak Ayam petelur yang kini rata-rata mengandalkan gas elpiji sebagai bahan bakar penerangan dikandang.

Untuk mengantisipasi kelangkaan tersebut, Pemkab Sidrap sudah menggelar pertemuan dengan agen pengecer Gas Elpiji 3 Kg terkait kelangkaan yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Sidrap.

Kata dia, dari hasil pertemuan tersebut, Pemkab Sidrap akan meminta tambahan kuota Gas Elpiji 3 Kg guna memenuhi tingkat kebutuhan warga dalam menyelematkan tanaman padinya serta usaha ternak masyarakat yang tersebar dibeberapa lokasi yang ada di daerah ini. (**)