Berikut Kronologi Pengrusakan dan Pembakaran Sekretariat GMBI

13 Januari 2017 17:18
Sekretariat GMBI Ciampea. (foto: ist)

INIKATA.com – Kapolres Bogor, Jawa Barat, AKBP Andi Moch Dicky Pastika Gading S.Sos, SIK, MH, menjelaskan kronologi penyerangan terhadap Markas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) pada Jumat (13-01-2017) dini hari.

“Jadi untuk kronologis, itu adalah mulainya dari tersebarnya isu terkait dengan adanya bentrokan di Bandung,” kata AKBP Andi Moch Dicky Pastika Gading dalam keterangan persnya.

Setelah itu, lanjutnya, massa yang berada di Ciampea Kabupaten Bogor, kemudian berkumpul dan melakukan penyerangan terhadap Sekretariat GMBI wilayah Bogor Barat, tepatnya di Ciampea, sekitar pukul 02.51 WIB.

Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, sebelumnya telah dilakukan pengaman terbuka dan tertutup yang terbagi di dua lokasi oleh Polsek Ciampea, di antaranya 15 orang di lokasi Markas GMBI dipimpin Kapolsek Ciampea Kompol Nyoman Yudana dan 5 orang anggota di lokasi Markas FPI Majelis Arasyafat Jembatan Cinangneng Ciampea.

Selain itu, Kompol Nyoman Yudana sebelumnya telah melakukan imbauan dan negosiasi terhadap massa yang ingin mengetahui keberadaan Markas GMBI, namun tidak bisa dihalau karena kalah jumlah.

“Kita dari aparat keamanan sudah melakukan upaya pencegahan, menahan, tapi memang kalah jumlah,” terang AKBP Andi Moch Dicky Pastika Gading.

Pengrusakan dan pembakaran di Kecamatan Ciampea itu diduga di lakukan oleh massa FPI Ciampea Jamaah Majelis Arasyafat, berjumlah kurang lebih 150 orang, dipimpin oleh H Basyit dari Ponpes At-Taqwa Cikampak Ciampea Bogor.

Atas kejadian itu, Polres Bogor telah mengamankan 20 orang terduga yang melakukan pembakaran dan pengerusakan, untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan/penyidikan.

“Atas kejadian tersebut, mengakibatkan kerugian satu buah rumah dan Sekertariat GMBI dibakar. Tidak ada korban jiwa,” jelas Kapolres. (**)