Oknum Pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Ini Ditangkap Polisi

13 Januari 2017 13:48
Pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan saat diamankan pihak kepolisian. (foto: ist)

Seletelah sekian lama menjadi buron jajaran Polres Banggai dalam kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan, SSA salah seorang Kepala Bidang di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Banggai berhasil ditangkap Sabtu (7-01-2017)

Pria tersebut ditangkap saat dirinya tengah berada di Provinsi Gorontalo. Penangkapan itu dilakukan jajaran Satreskrim sebagai tindak lanjut laporan LP/482/IX/2016/Sulteng/Res.Bgi yang dilaporkan Baco Dewa ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) September 2016.

Pada laporan itu, SSA dilaporkan telah melakukan penipuan dan penggelapan terhadap Baco Dewa mencapai Rp300 juta, permintaan uang itu dilakukan SSA terhadap Baco Dewa sejak April 2016 dengan menjanjikan sejumlah pekerjaan yang ada pada Dinas Kelautan dan Perikanan.

Uang sebanyak itu diberikan Baco Dewa kepada SSA secara bertahap baik secara tunai maupun melalui transfer antar bank. Namun hingga saat ini pekerjaan dimaksud tidak kunjung Baco Dewa awalnya meminta agar uangnya dikembalikan namun karena tidak ada itikad baik maka Baco Dewa memilih melaporkan kasus itu ke Polisi untuk diselesaikan secara hukum.

Dijelaskan Kasubbag Humas Bag Ops AKP Wiratno Apit, awalnya penyidik Satreskrim Polres Banggai telah melayangkan sejumlah surat panggilan kepada SSA guna dimintai keterangannya, namun hingga panggilan ketiga SSA tidak kunjung menampakan batang hidungnya hingga akhirnya ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Banggai.

Usaha pencarian dan penangkapan terhadap SSA terus dilakukan Kasat Reskrim AKP Egidio F Alfamantar hingga akhirnya diperoleh informasi bahwa SSA sedang berada disalah satu rumah saudaranya yang terletak di Desa Luwoo Kecamatan Telaga Jaya Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo.

“SSA berhasil kita tangkap setelah sekian lama menjadi buron Satreskrim Polres Banggai, saat ditangkap SSA tengah tertidur dan tidak melakukan perlawanan, dia kemudian dijemput Kanit II IPDA Nanang Afrioko untuk selanjutnya dibawa ke Polres Banggai guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Kasubbag Humas. (**)