Program Kerja SPI RSUD Sultan Dg Radja Dipertanyakan

11 Januari 2017 14:21
Zul Majjaga. (foto/ist)

MAKASSAR,INIKATA.com – Salah satu fungsi keberadaan SPI adalah untuk melakukan audit terhadap pelaksanaan manajemen dalam sebuah organisasi.

Itu diatur dalam peraturan pemerintah nomor 60 tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern dan SK Menkes Nomor 938/Menkes/SK/XI/1992 tentang perlunya pembentukan SPI pada rumah sakit.

“Dalam penyelenggaraan rumah sakit, keberadaan SPI diharapkan dapat menjadi mitra kerja yang baik bagi manajemen dalam menilai setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit,” tutur Zul Majjaga di Makasar, Rabu (11/1/17).

Menurutnya, rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat yang sangat perlu diadakan audit operasional, sebab manajemen rumah sakit harus dapat menciptakan serta mendorong pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dari segala aspek.

“Menciptakan rasa nyaman dari segi pelayanan, kinerja pegawai, persediaan obat-obatan dan alat-alat medis yang memadai serta kegiatan operasional lainnya adalah hal yang harus diawasi dan dievaluasi pengendalian sistem manajemennya,” kata mantan Aktivis PP IPMAH Bulukumba ini.

“Sejauh ini program dan progres evaluasi dari SPI RS Sultan Dg Radja memang tidak begitu nampak, atau memang jangan-jangan keberadaan SPI di RSUD Sultan Dg Radja tidak pernah ada,” tambah Zul Majjaga.

Harusnya kata Syamsul Bahri Majjaga laporan audit internal dari satuan pengawas internal itu harus ada.

“Sebab laporan hasil audit dari SPI akan membantu organisasi RS untuk mencapai tujuannya,” ujar pemuda Desa Batang ini.

Yang terpenting dari semuanya adalah managemen RSUD harus menjadi aktor utama dalam mewujudkan visi pelayanan kesehatan yang bermutu dengan biaya yang terjangkau dimana ini menjadi komitmen pemerintahan AM Sukri Sappewali Bersama Tomy Satria Yulianto.

“Dan kita semua harus secara bersama membantu Pemda Bulukumba dalam mewujudkan Bulukumba sehat, ramah sejahtera dan terdepan,” harap aktivis KNPI Sulsel ini. (***)