Walah!! Habiskan Anggaran Demi Jalan-jalan ke Bali

6 Januari 2017 16:15
Aktivis Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan, Zul Majjaga. (foto/ist)

MAKASSAR,INIKATA.com – Polemik yang terjadi di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Sulthan Dg Rajda Bulukumba hingga saat ini belum selesai. Malah terdengar kabar pucuk pimpinan beserta 60 orang staf RS Sultan Dg Raja akan diboyong jalan-jalan ke Bali dalam kurung waktu dekat ini, Minggu 8 Januari 2017 mendatang.

Informasi berhasil dihimpun IniKata.com, jalan-jalan tersebut dikemas sedemikian rupa dengan benchmarking (Study Banding) dengan menggunakan anggaran sebesar Rp250 juta dari anggara BLUD RS Umum daerah Bulukumba.

Aktivis Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan, Zul Majjaga mengatakan, pihaknya akan meningkatkan upaya kontrol sosial dalam upaya peningkatan pengawasan dan kontrol terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan.

“Jangankan jaringan AC yang bocor yang membuat basah seperti di perawatan jantung. Penyediaan obat saja kurang. Ini sangat menyakitkan kalau itu benar terjadi,” kata Zul kepada IniKata.com. Jumat (6/1/2016).

Baca juga: Awal Tahun 2017, Geliat Pembangunan Bulukumba Berpotensi Dari Desa

Zul juga menambahkan, pihaknya akan menantang pihak rumah sakit untuk melakukan expose rasionalisasi keberangkatan sebagai bentuk komitmen RS dalam meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan mutu pelayanan.

Menurut dia, anggaran Rp 250 juta itu jika dimanfaatkan untuk pengadaan sarana dan peningkatan pelayanan, tentu akan memperbaiki beberapa insfratuktur yang ada seperti pembelian Air Condisioner (AC) dan beberapa jaringan Ac yang saat ini banyak bocor.

Belum lagi pelayanan yang masih belum prima, yang banyak dikeluhkan warga, sehingga anggaran seharusnya dimanfaatkan maksimal untuk peningkatan pelayanan bukan untuk jalan-jalan yang dikemas studi banding.

Menurut senior Himpunan Mahasiswa Islam ini juga menjelaskan, dana senilai
Rp250 juta jika dibagi 60 orang itu senilai Rp4,1 juta. “Ini terlalu besar, seharusnya beberapa orang saja, dan nanti ilmunya dibagi, ini terlalu kentara kalau outpunnya hanya menikmati keindahan kute Bali,” tutup dia.

Baca Juga: Membangun Bulukumba Butuh Dukungan Semua Pihak