Kasihan! Ruko Digusur eh Malah Dianiaya Oknum Polisi Pula

6 Januari 2017 13:37
HJ Fatimasyang korban penganiayaan oleh oknum polisi. (Afriansyah/inikata.com)

MAKASSAR,INIKATA.com – Sungguh malang nasib yang dialami Hj Fatimahsyang Sudirman seorang warga Takalar. Ia menjadi korban penganiayaan oleh oknum polisi ketika penggusuran ruko miliknya terjadi di Jalan Jendral Sudirman, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Diketahui sekitar 80-an oknum polisi yang datang melakukan eksekusi lahan atau pengusuran ruko miliknya, lalu salah satu oknum anggota polisi yang diketahui berpangkat Bripda bernama Alamsyah anggota kesatuan Polres Takalar melakukan pemukulan dengan cara menendang bagian kaki korban sehingga terluka.

Korban merupakan wiraswasta, setiap harinya bekerja menjaga warkop miliknya. Selain itu, ia juga memiliki tempat karoke musik di lantai dua di ruko miliknya yang csaat ini telah digusur.

Menurut korban, dirinya kaget karena tiba-tiba datang puluhan anggota polisi dan pihak pengadilan ingin melakukan eksekusi lahan yaitu ruko miliknya dengan alasan penunggakan pembayaran.

Padahal ia telah melakukan pembayaran dan tunggakan sebesar Rp20 juta hingga bulan ke 5. Kemudian pihak BRI melelang lahan dan menjual tanpa ada pemberitahuan ahli waris sebelumnya.

Baca Juga: Demo Penggusuran Warga Bara-baraya Nyaris Bentrok

“Saya di lokasi, langsung menahan polisi mengeksekusi karena surat penangguhan lelang belum ada tanggapan dari pihak pengadilan, namun polisi tetap menerobos hingga polisi menendang saya pas lutut sebelah kanan dan masih ada kok, bekas sepatunya,” kata Hj Fatimahsyang kepada IniKata.com, Jumat (6/1/2017).

Ironisnya, setelah penggusuran dan penganiayaan terjadi terhadap dirinya. Ia pun bermaksud untuk melaporkan peristiwa itu di Polres Takalar. Namun tidak ada respon dari pihak kepolisian. Maka dari itu ia pun berinisiatif melaporkannya ke Propam Polda Sulsel dan berjanji akan proses secara serius kasus tersebut.

Diketahui, alasan pengadilan melakukan pengeksekusian karena sudah ada pemenang lelang. Diketahui pemenang lelang tersebut yaitu Herman yang berprofesi selaku pengusaha.

Kemudian pemenang lelang sebelumnya pada bulan 11 pernah melakukan pengrusakan gembok ruko milik Hj. Fatimahsyang hingga mendobrak paksa ruko miliknya.

“Pemenang lelang membongkar paksa karena sudah ingin menempati ruko tersebut,” jelasnya lagi.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, kasus ini akan kita tindak lanjuti dan pelajari lebih dalam apakah betul anggota melakukan secara sengaja atau tidak.

“Kalau memang betul oknum anggota polisi tersebut melakukan tindakan diluar dari tugas dari pelayanan atau pengayom masyarakat, maka kita akan proses secara hukum,” tegas Dicky saat dihubungi.

Baca juga: Sebelum Asrama Digusur TNI, Enam Warga Diamankan Polisi